Etika Bisnis

Pendekatan Filsafat Moral Terhadap Perilaku Pebisnis Kontemporer

Kita semua tentu sepakat bahwa tidak ada orang yang mau berbisnis untuk merugi. Aturan mainnya adalah the business of business is the business! Satu-satunya urusan bisnis adalah melipatgandakan keuntungan. Persoalannya, when will it stop? Dan, mengapa harus menjadi seorang pebisnis yang baik? Apa jaminannya dan dalam arti apa seorang pebisnis dikatakan secara moral adalah orang baik? Penulis meletakan dasar teoretis-ilmiah pada praksis bisnis kontemporer, semua tulisan dalam buku ini tidak hanya akan memampukan para mahasiswa (peneliti muda) untuk menganalisis aspek-aspek moral-etis hingga dimensi dan indikator ketika menyelesaikan tugas akhir (skripsi atau tesis), melainkan juga menawarkan sebuah gagasan baru kepada para pebisnis kontemporer bahwa berbisnis pada tataran norma-norma moral-etis tidak selamanya bersifat relatif terhadap tujuan bisnis, melainkan sangat menjanjikan keuntungan yang mengasrikan bisnis mereka Saya mendapati buku ini memberi pencerahan karena selain didasarkan pada acuan-acuan ilmiah, juga dibangun di atas landasan moral dan nilai. Buku ini juga mencermati konteks berbisnis di Indonesia dan isu-isu dalam praktik serta manajemen bisnis yang sedang hangat terkait dengan: lingkungan hidup, Good Corporate Governance/GCG, dan Corporate Social Responsibility/CSR.

Penjelasan tersebut masih bersifat kurang lebih karena muncul kesan seolah-
olah keadilan itu semata-mata bersifat individual. Berdasarkan ciri kodratinya,
keadilan justru tidak hanya bersifat individual melainkan bersifat sosial karena
persis menyangkut hakikat atau esensi manusia sebagai makhluk sosial, bukan
soliter. Kehadiran seorang anak memang didambakan karena memberi makna
tertentu kepada orang tuanya. Seorang suami hanya dapat menjadi ayah dan
seorang ...