Sebanyak 128 item atau buku ditemukan

Student Solutions Manual, A Modern Introduction to Differential Equations

Student Solutions Manual, A Modern Introduction to Differential Equations

Student Solutions Manual, A Modern Introduction to Differential Equations

Orde baru dan orde transisi

wacana kritis atas penyalahangunaan kekuasaan dan krisis ekonomi

Slavery & Resistance In Africa

In Joseph Conrad s tales, representations of women and of "feminine" generic forms like the romance are often present in fugitive ways. Conrad s use of allegorical feminine imagery, fleet or deferred introductions of female characters, and hybrid generic structures that combine features of "masculine" tales of adventure and intrigue and "feminine" dramas of love or domesticity are among the subjects of this literary study. Many of Conrad s critics have argued that Conrad s fictions are aesthetically flawed by the inclusion of women and love plots; thus Thomas Moser has questioned why Conrad did not "cut them out altogether." Yet a thematics of gender suffuses Conrad s narrative strategies. Even in tales that contain no significant female characters or obvious love plots, Conrad introduces elusive feminine presences, in relationships between men, as well as in men s relationships to their ship, the sea, a shore breeze, or even in the gendered embrace of death. This book investigates an identifiably feminine "point of view" which is present in fugitive ways throughout Conrad s canon. Conrad s narrative strategies are articulated through a language of sexual difference that provides the vocabulary and grammar for tales examining European class, racial, and gender paradigms to provide acute and, at times, equivocal investigations of femininity and difference."

See Huh Juk, Kim Dae-un et al., 'The 14th year of King Hyonjong's reign (the fifth
binary term of the sexagenary cycle)' [in Chinese], The annals of King Hyonjong (
Hyonjong Sillok). Feng Shui means 'the way of wind and water', the natural forces
of the universe (termed 'geomancy' by Europeans). These forces affect everything
in our world. The ancient Chinese believed in and lived their lives by these
natural forces. The Hawaiians and the Native Americans practise their own forms
of ...

Perempuan Nuaulu

Tradisionalisme dan Kultur Patriarki

“Memahami cara pandang tradisional orang Nuaulu khususnya laki-laki Nuaulu terhadap perempuan Nuaulu, akan menambah referensi pengetahuan kita tentang kedudukan dan peran kaum perempuan Nuaulu dari perspektif gender. Memperlakukan perempuan dengan cara demikian, menunjukkan adanya kesepakatan sosial bersama sebagai satu komunitas dalam mengembangkan dan memelihara totalitas environment mereka guna mencapai social order. Itulah standar pengetahuan mereka yang menjadi salah satu pilar penting bagi survival strategy, sehingga sebagai outsider, kita harus berhati-hati untuk membuat penilaian terhadap realitas dimaksud terutama dari perspektif gender. Selama mereka merasa aman, damai, nyaman, dan semua kebutuhan hidup bersama sebagai satu komunitas bisa terpenuhi oleh struktur sosial demikian, adakah orang yang berhak memberikan “penghakiman”? Jika ada pihak yang ingin melakukan perubahan atas nama apapun terutama pembangunan, maka baiklah proses perubahan itu didorong secara evolusioner dan diletakkan dalam kerangka budaya masyarakat setempat yang tepat. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi blind spot yang dapat menimbulkan alienasi dan anomi yang mengganggu ketertiban hidup bersama masyarakat Nuaulu yang selama ini telah terbangun atas dasar nilai-nilai adat.” (Prof. Dr. T. D. Pariela, MA,) Ketua Program Studi Sosiologi Program Pascasarjana (PPs) Universitas Pattimura “Uraian Johan Nina sangat tajam bukan saja sebagai bukti kerja kerasnya dalam melakukan penelitian lapangan melainkan lebih karena keterusterangan dan empatinya yang dalam. Ia berada di tengah-tengah masyarakat Nuaulu, tinggal bersama mereka, bekerja bersama mereka, dan mengamati perilaku hidup mereka baik laki-laki maupun perempuan. Melalui upaya itu, saudara Johan Nina mencoba mencari akar permasalahan baik dari sisi falsafah hidup maupun kebudayaan dan adat istiadat masyarakat Nuaulu. Dengan demikian, diharapkan pembaca akan dapat memahami apa dan siapa perempuan Nuaulu itu.” (Prof. Dr. Mus Huliselan, DEA) Guru Besar Antropologi Program Studi Pascasarjana (PPs) Universitas Pattimura

“Memahami cara pandang tradisional orang Nuaulu khususnya laki-laki Nuaulu terhadap perempuan Nuaulu, akan menambah referensi pengetahuan kita tentang kedudukan dan peran kaum perempuan Nuaulu dari perspektif gender.

Membina impian

daripada angan-angan menjadi cita-cita

Hidup adalah masa hadapan dan masa hadapan bermula dengan impian.

... kita yang mengunjungi kedai-kedai nombor ekor, kedai toto dan pusat per-
judian bagi menguji nasib kalau-kalau dapat wang yang banyak. Dorongan
materialistik menjadikan orang me- lihat wang adalah indeks penting kejayaan
hidup. Kemahuan yang tidak dikawal oleh rasional akal dan tidak dibatasi oleh
kesedaran akhlak akhirnya men- jerumuskan seseorang itu ke dalam usaha
yang tidak direstui oleh undang-undang dan moral. Ini yang di- katakan matlamat
.