Sebanyak 72 item atau buku ditemukan

Poligami Tanya Kenapa?

Sebuah gagasan lurus tentang bagaimana seharusnya menyikapi dan mungkin menjalani poligami ala Islam

Betapa seram dan sensitifnya kata itu! Kaum wanita yang sudah berstatus istri umumnya waspada dengankata satu ini. Sementara kaum pria terbagi antara bersemangat dan yang berlagak menolak tapi sebenarnya mau juga. Buku ini bermaksud memawarkan gagasan lurus agar kita dapat meluruskan persepsi sedikit demi sedikit tentang poligami; agar yang pro bisa bijak sebelum memutuskan menjalinnya, dan yang kontra dapat bijak pula jika tidak menyetujuinya. Sebuah buku islami dari Mirqat Publishing (Mirqat Group)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata, “Semoga keselamatan dan
rahmat Allah selalu bersamamu, wahai keluargaku!”Sayyidah Aisyah
Radhiyallahu `Anha menjawab, “Semoga keselamatan dan rahmat Allah juga
menyertai ...

Meretas jihad kesetaraan

dari feminisme, pembangunanisme hingga keluarga dan pernikahan

Gender equality for Indonesian women from Islamic perspective.

Gender equality for Indonesian women from Islamic perspective.

Leben und Werk

... Kairo 1965 Ätär , al- (Zeitschrift): Band 33, Beirut Badr Abdarrahman Taha -:
Tatauwur ar-riwaya al- arabiya al-hadita fi Kisr 1*870-1938, Kairo 19682 F.A.
Bustäni Fu'äd Afräm al-: al-Mucallim Butrus al-Bustänl, Beirut 1966 K. Bustäni
Karam ...

Community Action Research

Benefits to Community Members and Service Providers

Discover how to better help those in your community in need of services Community Action Research comprehensively explores models for community action research, incorporating quantitative and qualitative research to highlight the advantages to community members as well as the volunteers/paraprofessionals who implement the services. Respected experts present the latest research on the fulfillment of the needs of community members as well as the benefits to the volunteers and paraprofessionals, including psychological empowerment, psychological sense of community, and other facets of personal development. Community Action Research is helpfully organized into two sections. The first section presents a sample of empirical studies that examines whether community action research demonstrated benefits for community members. The second section provides empirical studies that show the positive impact of community action research on the personal development of volunteers and paraprofessionals who provided the research-related services. This detailed text is carefully referenced and uses several tables to enhance understanding of research data. Community Action Research discusses: the Adolescent Diversion Project as an alternative to juvenile court home-based behavior modification programs for autistic children the People Awakening Project and the role paraprofessionals played in Alaska Native sobriety a crime prevention project launched by a residential neighborhood association the Actual Community Empowerment Reading Program which utilized community members as literacy tutors the Community Service Self-Efficacy Scale's reliability and validity the Hawaiian Studies Program's weekly participation in community service-learning exercises and more! Community Action Research is insightful reading for psychologists, sociologists, social workers, criminal justice researchers and professionals, community counselors, practitioners and researchers in community prevention and intervention, clinical supervisors, service learning specialists, educators, students, and mental health and human services program administrators, planners, or evaluators.

This detailed text is carefully referenced and uses several tables to enhance understanding of research data.

Filsafat Ilmu

Menarik garis pemisah antara ranah ilmu dan wilayah di luarnya adalah tidak selalu sederhana. Dipandang secara historikal adalah tidak mungkin untuk menyebut angka tahun yang di dalamnya ilmu-ilmu mulai timbul. Matematika yang sudah maju sudah ada pada orang-orang Cina, ratusan tahun sebelum Matematika ditemukan orang-orang Babilonia dan, kemudian, pada orang-orang Yunani. Kurang lebih dua ribu tahun yang lalu keahlian medika sudah dikuliahkan dalam sekolah-sekolah di kuil-kuil Budha di Thailand; Mesir sudah mempunyai sebuah Sekolah Tinggi Hukum (Islam) yang sudah sangat tua, yang sudah ada jauh sebelum fakultas-fakultas hukum dari universitas tertua di Eropa, di Bologna, didirikan; kultur India Kuno mempunyai berbagai bentuk pengembanan Ilmu Praktikal. Namun betapa pun ilmu menjadi penting sekali dalam peradaban Eropa, namun tetap saja, secara historikal, sulit untuk menetapkan atau menarik garis perbatasan. Thales dari Miletus (6 abad sebelum Masehi) adalah seorang matematici dan filsuf dan antara lain mempunyai lebih banyak pengetahuan tentang Geologi, tetapi dengan banyak gambaran pikiran mitikal (mitos, mitologik, mythische denkbeelden) – tentang dewa-dewa dalam alam semesta, kekuatan jiwa dalam batu magnit – ia adalah tetap seorang tokoh dari dua dunia.

Menarik garis pemisah antara ranah ilmu dan wilayah di luarnya adalah tidak selalu sederhana.