Sebanyak 62 item atau buku ditemukan

Hukum keluarga Islam di Indonesia

suatu pendekatan sejarah sosial dan politik hukum

History and development of family law from Islamic perspective in Indonesia.

Mudzhar, Muhammad Atho, Islam and Islamic Law in Indonesia: A Socio-
Historical Approach, Jakarta, Office of Religious ... Pusat Studi Hukum Tata
Negara Universitas Indonesia, Jakarta, Mei 2005 Rofiq, Ahmad, Hukum Islam di
Indonesia, ...

Restorasi seni tari dan transformasi budaya

Merujuk pada usia 4-8 tahun disebut sebagai Masa Kedua, perkembagan
psikologi anak, kita dapat menganalogikan jenis ... Dalam hal ini harus lebih
memuat nilai-nilai yang langsung maupun tidak dapat mendidik dan dapat
mendorong ...

Story of Islamic Philosophy, The

Ibn Tufayl, Ibn al-'Arabi, and Others on the Limit between Naturalism and Traditionalism

Offers a new interpretation of medieval Islamic philosophy, one informed by Platonic mysticism.

Introduction The story of Islamic philosophy is the story of the development of the
human intellect from the rationalistic phase, represented in this study by Farabi (d
.950)', to an illuminative phase represented by Ibn Tufayl (d.ll85) and Ibn al-'Arabi
(d. 1240)? Illuminative philosophy is based on a model of mystical illumination
that found its best expression in Plato's Seventh Letter and that is illustrated in
Mishkdt al-Anwdr (Niche of Lights) by Ghazali (d. 1111) and al-lshdrdt wa-
alTanbihdt ...

Tembak Bung Karno, Rugi 30 Sen

Sisi Lain Putra Sang Fajar yang Tak Terungkap

Pernyataan yang menyepelekan keberadaan Sukarno! Begitulah gaya Westerling mencibir Sukarno, musuh bebuyutannya, yang tertuang pada buku berjudul Mijin Memoires yang ditulisnya sendiri. Ia secara terang-terangan menilai bahwa pelurunya lebih mahal daripada nyawa Sukarno. Kekejaman dan kebengisan Westerling dalam melakukan pemberontakan di Indonesia sudah menorehkan trauma, baik itu dari para korban maupun mantan anak buahnya sendiri. Anehnya, sosok Westerling kebal hukum! Ia lolos dari jeratan vonis penjahat perang. Teka-teki imunitas Westerling itu akhirnya terkuak belum lama ini. Ternyata, seorang Vice-Roi, tokoh sangat berpengaruh di Belanda, selama ini telah membentengi Westerling supaya kepentingan politisnya tidak terbongkar. Kisah sarat fakta historis seputar Sukarno yang belum terekspos luas tertulis dalam buku ini. Semuanya tentang lika-liku Sukarno pada masa perjuangan, kejayaan, hingga terbenamnya. Putra sang Fajar ini memiliki banyak sisi kehidupan yang sejatinya layak diungkap supaya generasi penerus bangsa ini mampu mengangkat martabat dan ledaulatan bangsa sederajat dengan bangsa lain. Kecintaan Sukarno terhadap Republik ini selalu bersemayam dalam jiwanya. Terbukti, ketika meninggalkan istana karena kursi kepresidenan diduduki Soeharto tangan kanan Sukarno tampak menggenggam sesuatu yang sangat berharga. Hanya satu benda yang dibawa Bung Karno ketika meninggalkan istana. Tak lain, tak bukan, adalah bendera pusaka hasil jahitan tangan istrinya, Fatmawati. Gaya penulisan yang ringan, dan mudah dicerna, dan jauh dari kesan "berat" menjadi kekuatan buku ini. Di sini, kita bisa terhanyut, terperangah, bahkan terkegum-kagum dengan mozaik Sukarno yang benar-benar menggugah hati kita. Buku terbitan GalangPress (Galangpress Group).

Pesta untuk anakanak ini mengandung pesan sederhana yang dalam bahasa
Belanda berbunyi, “Wie zoet is krijgt lekkers, en wie stout is krijgt roe” (Yang
manis dapat hadiah, yang nakal dapat sapu lidi/hukuman). Tradisi untuk
memberi pesan dan nasihat kepada anak, ada di budaya negara mana pun di
dunia ini dilakukan dengan cara berbeda-beda sesuai adatistiadat masing-
masing. Pesta Sinterklaas bermaksud memberi pesan moral kepada anak
bahwa setiap perbuatan ...