Sebanyak 21 item atau buku ditemukan

Arkeologi Sejarah-Pemikiran Arab-Islam

Hingga kini, wacana keislaman boleh dikatakan masih berkutat pada bagaimana Islam harus dipandang setelah agama tersebut berjalan lebih dari lima belas abad lama- nya semenjak ia dilahirkan, dan sedang dihadapkan dengan prestasi “pihak lain” dengan berbagai keajaiban modernitasnya. Pandangan terhadap hal tersebut sangatlah penting, terutama di era-era belakang- an ini. Sebagai sebuah komunitas, umat Islam memiliki keyakinan bahwa mereka adalah umat terbaik (khair al-ummah). Akan tetapi, pada saat yang sama mereka sedang berada dalam posisi “tidak berdaya” menghadapi apa saja yang diluncurkan dari pihak lain yang oleh sebagian besar di antara mereka dianggap sebagai “musuh” yang tidak boleh didekati, dah bahkan justru harus diperangi dan disingkir- kan. Mengambil begitu saja apa yang datang dari mereka akan ber- akibat lenyapnya jati diri yang sudah mengakar. Akan tetapi, tetap mempertahankan diri dengan bersikap eksklusif juga akan berakibat pada munculnya proses alienasi diri dari kehidupan. Jika demikian masalahnya, lantas bagimana umat Islam harus bersikap terhadap teks dasar keagamaan Islam (Al-Qur’an dan Hadits) dan juga terhadap tradisi Islam, serta bagimana juga umat Islam harus mengambil posisi dalam kancah pertarungan ideologi, politik, pemikiran, dan kebudaya- an modern saat ini? Jika kita harus merujuk pada masa silam Islam, viii Adonis Arkeologi Sejarah-Pemikiran Arab-Islam Vol.1 pertanyaannya: Islam mana yang mungkin dapat dirujuk kembali dalam menghadapi situasi seperti itu dan juga bagaimana menarik ulang Islam tersebut ke pentas kehidupan modern? Dalam kaitan ini, paling tidak ada tiga alternatif yang mungkin bisa dipilih dan dijadikan acuan, dan dari salah satu dari ketiganya atau bahkan dari ketiga-tiganya bisa kita terapkan dan hadirkan kembali dalam kehidupan modern sekalipun hal itu juga tidaklah mudah. Ketiga acuan tersebut adalah: pertama, merujuk pada teks dasar Islam, yaitu Al-Qur’an. Kedua, merujuk pada seluruh tradisi yang muncul pada era kenabian sebagai bentuk aplikasi dari yang pertama. Dan, ketiga, merujuk pada keseluruhan produk dari interaksi tripartit antara umat Islam, teks-teks keagamaan (Al-Qur’an, al-hadis, dan riwayat-riwayat sahabat), dan situasi yang melingkupi mereka sepanjang sejarah. Meskipun demikian, menarik kembali apa yang mungkin disebut dengan “islam” ke dalam pentas kehidupan modern tentu tidak dapat dilakukan begitu saja dengan menghadirkan ulang secara apa adanya acuan tersebut. Hal itu karena pada saat kemunculannya, teks dasar Islam melakukan interaksi dengan ruang dan waktu sebelum ke- mudian membentuk tradisi. Artinya, ia sendiri sudah tidak lagi “polos” atau “telanjang”, dan tradisi bentukan teks dasar tersebut muncul dalam kondisi tertentu. Ia unik dan terbatas. Kalau saja tradisi pertama muncul secara demikian maka tradisi-tradisi berikutnya terbentuk dalam situasi yang lebih kompleks. Oleh karena begitu rumitnya persoalan tersebut maka sangat wajar jika umat Islam pada umumnya dan masya- rakat muslim Arab pada khususnya sering mengalami kegamangan di dalam mengambil sikap terhadap kekayaan tradisi yang mereka miliki pada satu sisi, dan juga terhadap munculnya modernitas yang merambah dunia Arab-Islam di sisi yang lain.

Jadi, pada dasarnya khilâfah (maksudnya kekuasaan) merupakan warisan
kenabian. Oleh karena itu, kekuasaan Islam, diawal pertumbuhannya, bukan
sekadar persoalan tanggungjawab sipil, melainkan juga persoalan
tanggungjawab ...

Instructional Technology & Media For Learning

Teknologi pembelajaran dan media untuk belajar

Kaum intelektual dalam catatan kaki kekuasaan

Dinamika kaum intelektual dan intelektualisme menjadi sebuah kajian yang sangat menarik bagi saya, sehingga muncul keinginan untuk membongkar: Kaum intelektual sebenarnya siapa dan menyuarakan kepentingan siapa? Robert Brym mengatakan kaum intelektual dapat dikelompokkan: Pertama, memandang kaum intelektual semata-mata sebagai juru bicara bagi kepentingan satu kelas utama saja; Kedua, memandang kaum intelektual sebagai terpisah dari struktur kelas; Ketiga, menganggap kaum intelektual sebagai kelas tersendiri. Dalam buku ini dijelaskan bahwa intelektualisme selalu memiliki relasi dengan kekuasaan dan kapitalisme. Kapitalisme telah membuat kehidupan manusia berubah, dan bagaimana posisi kaum intelektual mengambil posisi dan dalam bersikap: apakah melawan kekuasaan untuk kemudian berpihak kepada kaum yang kalah, atau mungkin kaum intelektual tidak lebih dari sebuah catatan kaki dari narasi besar kekuasaan dan kekuatan kapitalisme? dan apakah kaum intelektual adalah manusia merdeka yang memerdekakan atau mungkin mereka justru berkontribusi dalam penindasan ! Saya menulis buku ini ketika sedang studi doktoral di UIN Maliki Malang pada periode tahun 2014 sampai 2017. Dalam proses perkuliahan untuk memeroleh gelar doktor tersebut, saya merasakan banyak kejanggalan dalam dunia akademik dan intelektualisme yang bersamaan dengan itu terjadi berbagai peristiwa di Indonesia yang di dalamnya banyak terlibat kaum intelektual. Guna mencari jawaban dari kegelisahan tersebut akhirnya saya putuskan untuk menulisnya.

Kaum intelegensia mempertanyakan kebenaran yang berlaku pada suatu saat,
dalam hubungannya dengan kebenaran yang lebih tinggi dan lebih luas.
Intelektualisme selalu berada dalam skeptisme, selalu bertanya, selalu
menggugat, ...

Temukanku Dengan Cinta

Pertemuan pertama antara Qaseh Hazwani dan Ikmal Hisham membibitkan rasa benci dan prasangka. Namun, dalam diam masing-masing menyimpan rasa hati. Sayangnya, rasa cinta itu dipendamkan kerana diracuni salah sangka. Ikmal bukan mata keranjang biarpun Lydia tergila-gilakannya setengah mati. Hanya Qaseh yang tidak mengerti perasaannya. Lydia yang kecewa nekad mahu mengenakan Qaseh. Tindakan Lydia telah menghancurkan kepercayaan Qaseh terhadap Ikmal. “Awak dah salah sangka pada saya. Saya bukannya nak kahwin dengan dia. Saya tahu awak bencikan saya kerana peristiwa tu. Bagi awak, saya ni lelaki yang tak bermaruah, lelaki yang suka berpoya-poya dan gatal. Itu yang awak fikir tentang saya, kan? Saya sayangkan awak dan nak awak jadi isteri saya.” Ikmal merayu. Malangnya, Qaseh sudah nekad untuk pergi jauh. Ikmal semakin panasaran. Seorang pergi, seorang lagi menanti… Di manakah titik pertemuan mereka? “Cinta datang sendiri dan kita tak perlukan sebab untuk jatuh cinta...”

RM19.90 HARgA PASARAN BUKAN HANYA SESAAT 21.00 • hlm 548
Sepanjang perkahwinan, Arief sentiasa memperlekehkan Maryam. Arief
sebenarnya RM21.00 HARgA PASARAN cemburu buta! MEI 2012 MEI 2012
KEJORA DILANGIT ...

Real World Microsoft Access Database Protection and Security

Security issues for all versions of Access from 97 to 2003 are discussed and the merits of each security approach from both the perspective of the developer and the database administrator/manager are examined.

CHAPTER 1 The Access Protection and Security Driving Instructions WELCOME
TO MY FIRST BOOK on my favorite topic, Microsoft Access. I hope you enjoy
reading the book and that it will add yet more luster to the desktop/network
database ...

Sejarah Bima Dana Mbojo

History of the Bima Sultanate.

lainnya. Mereka antara lain Muchtar Zakaria, Elizabeth Kooci alias Lies Kooci,
Siti Maryam Muhammad alias Siti Maryam Aminullah, M. Sirajuddin alias M. Sani,
Abdul Majid Datuk, M. Saleh Sulaiman, Ismail Sulaiman. Kegiatannya di bawah ...