Sebanyak 109 item atau buku ditemukan

Al-Kindi

An Annotated Bibliography

In his day, al-Kindi (ca. 805-870) was the only philosopher of pure Arab descent, and became known as “the philosopher of the Arabs.” He was one of the first Arab scholars interested in a scientific rather than theological viewpoint, and played a key role in bringing Greek learning into the orbit of Islam. al-Kindi wrote over three hundred fifty treatises, for the most part short studies on special topics in science and philosophy. Nicholas Rescher assembles this annotated bibliography, listing of over three hundred items, to assist students and scholars through the maze of publications related to al-Kindi.

Nicholas Rescher assembles this annotated bibliography, listing of over three hundred items, to assist students and scholars through the maze of publications related to al-Kindi.

Filsafat Sosial

Akuntabilitas, Filsafat Politik, Gerakan Sosial, Liberalisme, Marxisme, Konservatisme, Thomas Hobbes, Mazhab Frankfurt

Sumber: Wikipedia. Halaman: 53. Bab: Akuntabilitas, Filsafat politik, Gerakan sosial, Liberalisme, Marxisme, Konservatisme, Thomas Hobbes, Mazhab Frankfurt, Komunitarianisme, Neoliberalisme, Anarkisme dan Marxisme, Karl Marx, Kekerasan, Multikulturalisme, Koin Keadilan, Das Kapital, Imperialisme, Proletariat, Cinta Indonesia Cinta Anti Korupsi, Sekularisme, Antonio Gramsci, Forum Sosial Dunia, WiserEarth, Alienasi, Nabatiwan, Marxisme Otonomis, Anomie, Sekularisasi, Hakko Ichiu, Kekuasaan, Ernesto Laclau, Eugenika, Hegemoni, Rosa Luxemburg, Luxemburgisme, Psikologi sosial, An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations, Demokrasi liberal, Keadilan sosial, Georgy Valentinovich Plekanov, Egoisme, Dominasi, Etika timbal balik, Leo Jogiches, Eksploitasi, Kebebasan, Infrastruktur dan suprastruktur, Rekayasa politik, Tradisi, Public reason, Teori keputusan, Konsumerisme, Indonesia Menyala, Paksaan, Pemerintahan terbuka, Gerakan kontra, Pengajar Muda. Kutipan: Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin, conserv?re, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan." Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante. Samuel Francis mendefinisikan konservatisme yang otentik sebagai "bertahannya dan penguatan orang-orang tertentu dan ungkapan-ungkapan kebudayaannya yang dilembagakan." Roger Scruton menyebutnya sebagai "pelestarian ekologi sosial" dan "politik penundaan, yang tujuannya adalah mempertahankan, selama mungkin, keberadaan sebagai kehidupan dan kesehatan dari suatu organisme sosial." Konservatisme belum pernah, dan tidak pernah bermaksud menerbitkan risalat-risalat sistematis seperti Leviathan k...

Sumber: Wikipedia.

Roh Bung Karno bangkit kembali

dan kebenaran supersemar

Ketika ia di dalam bui (Sukamiskin), di mana intensitas pendalamannya terhadap
Islam makin mengikat. "Di dalam penjara, ini salah satu hikmah, saya
mempelajari agama. Sekeluar dari penjara, saya menjadi manusia yang percaya
mati-matian kepada Allah dan Muhammad, kejadian di Berastagi mempertebal
keimananku lagi." Juli 1955, Bung Karno menunaikan ibadah haji, rukun Islam
yang kelima. Dalam kesempatan itu, ia berziarah ke makam Rasullah di Masjid
Nabawie di ...