Sebanyak 84 item atau buku ditemukan

Teori Penerjemahan Teks Tulis dan Praktik Penerjemahan

INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SD

Problem Based Learning Berbasis Scaffolding, Pemodelan dan Komunikasi Matematis

Panduan menulis Kreatif Bahasa Arab

Pengembangan Tema dalam buku Al-Qira'ah Ar-Rasyidah

Metode Penyusunan Skripsi Bidang Ilmu Akuntansi

Membaca adalah sarana ekspresi diri dalam berkomunitas serta untuk terus maju menuju pencerdasan dan pencerahan. Ini menjadi sebuah motivasi dan dorongan bagi kami di Penerbit Deepublish untuk ikut berikhtiar dalam mencerdaskan dan memuliakan umat manusia, serta memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan industri processing berbasis sumber daya alam (SDA) Indonesia. Berdasarkan pandangan, sikap dasar, tujuan itu, maka buku yang berjudul Metode Penyusunan Skripsi Bidang Ilmu Akuntansi ini diterbitkan. Buku yang berjudul Metode Penyusunan Skripsi Bidang Ilmu Akuntansi, berisi/membahas bagaimana cara menyusun skripsi khususnya di bidang akuntansi. Skripsi merupakan tulisan yang tersusun secara sistematis, logis dan sesuai dengan kaidah keilmuan di bidangnya sebagai syarat kelulusan mahasiswa strata satu di setiap perguruan tinggi. Secara garis besar tujuan skripsi adalah menjawab masalah penelitian. Manfaat dari skripsi dapat dirasakan oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan salah satunya adalah untuk rekomendasi penelitian yang akan datang. Proses pembuatan skripsi membutuhkan waktu yang tidak instan, oleh karena itu dibutuhkan kesungguhan & ketekunan, kedisiplinan dan strategi jitu dalam proses menyelesaikannya Metode Penyusunan Skripsi Bidang Ilmu Akuntansi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*

Buku yang berjudul Metode Penyusunan Skripsi Bidang Ilmu Akuntansi, berisi/membahas bagaimana cara menyusun skripsi khususnya di bidang akuntansi.

Panduan Lengkap Belajar Ilmu Tajwid

Konsep Dasar Ilmu Tajwid, Fadhillah Ilmu Tajwid, Hukum Bacaan dan Manfaat Mempelajari Ilmu Tajwid

Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk membaca Al Quran serta untuk mengetahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya. Misalnya Tarqiq, Tafhim, dan selain keduanya. Pada pengertian ilmu tajwid itu dijelaskan, bahwa ruang lingkup tajwid berkenaan dengan melafalkan huruf-huruf hijaiyah dan bagimana tata cara melafalkan huruf-huruf tersebut sebaik-baiknya. Apakah ia dibaca panjang, tebal, tipis, berhenti terang, berdengung, dan sebagainya. Jika huruf tersebut dilafalkan sebagaimana tata caranya, maka fungsi tajwid sebagai ilmu memperbaiki tata cara membaca Al-Qur’an terpenuhi dan menyelamatkan pembaca dari perbuatan yang diharamkan. Buku ini selain menjelaskan hukum bacaan nu mati dan tanwin, hukum bacaan mim mati, ataupun mad, maupun macam-macam idgham, buku ini juga mengulas secara rinci penjelasan dari konsep dasar ilmu tajwid, fadhilah dan keutamaan mempelajarinya, sumber pengambilan ilmu tajwid, serta permasalahan yang dibahas didalamnya.

Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk membaca Al Quran serta untuk mengetahui bagaimana cara melafalkan huruf yang benar dan dibenarkan, baik berkaitan dengan sifat, mad, dan sebagainya. Misalnya Tarqiq, Tafhim, dan selain keduanya.

Mahatma Gandhi

an apostle of applied human ecology

In 'Mahatma Gandhi: an apostle of applied human ecology', Dr T N Khoshoo, a well-known environmental scientist, presents a selection of Mahatma Gandhi's views on the environment, elaborates on them to show that they are as relevant today as they were before, and reinterprets them by adding his extensive commentary on many of the topics. The book highlights the essential truth, clearly perceived by Mahatma Gandhi, that the human being must be the focus of all attempts to analyse and address environmental issues and emphasizes the need for a creative synthesis between the rural development under a local government and industrial development at the macro level.

during the lifetime of Mahatma Gandhi, there were no wide-ranging debates on
environment and development per se, he was nevertheless much ahead of his
times, on account of his being deeply conscious of the very environmental ...

Kisah Hikayat Nabi Adam AS & Nabi Isa AS (Jesus AS) Dalam Islam

Nabi Adam AS adalah tokoh dari Kitab Kejadian, Perjanjian Baru & Kitab Suci Al-Quran. Menurut mitos penciptaan dari agama Abrahamik dia adalah manusia pertama dan menurut agama samawi pula merekalah orang tua dari semua manusia yang ada di dunia.Rincian kisah mengenai Adam dan Hawa berbeda-beda antara agama Islam, Judaism, Nasrani maupun agama lain yang berkembang dari ketiga agama Abrahamik. Nabi Adam hidup selama 930 tahun setelah , sedangkan Hawa lahir ketika Adam berusia 130 tahun. Al-Quran memuat kisah Adam dalam beberapa surat, di antaranya Al-Baqarah [2]:30-38 dan Al-A’raaf [7]:11-25. Menurut ajaran agama Abrahamik, anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan secara kembar, yaitu, setiap bayi lelaki dilahirkan bersamaan dengan seorang bayi perempuan. Adam menikahkan anak lelakinya dengan anak gadisnya yang tidak sekembar dengannya. Menurut hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Nabi Adam AS memiliki postur badan dengan ketinggian 60 hasta (kurang lebih 27,432 meter). Hadits mengenai ini pula ditemukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Ahmad, namun dalam sanad yang berbeda. Sosok Nabi Adam AS digambarkan sangat beradab sekali, memiliki ilmu yang tinggi dan ia bukan makhluk purba. Ia berasal dari surga yang berperadaban maju. Turun ke muka bumi bisa sebagai makhluk asing dari sebuah peradaban yang jauh lebih maju dan cerdas, dari peradaban di bumi sampai kapanpun, oleh karena itulah Allah menunjuknya sebagai khalifah (pemimpin) di muka bumi. Dalam gambarannya ia adalah makhluk yang teramat cerdas, sangat dimuliakan oleh Allah, memiliki kelebihan yang sempurna dibandingkan makhluk yang lain sebelumnya. Nabi Isa AS atau Jesus AS adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul Azmi. Dalam Al-Qur'an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran. Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani Israil dan berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga. Kemudian, ia diyakini mendapatkan gelar dari Allah dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah. Karena Isa dicipta dengan kalimat Allah "Jadilah!", maka terciptalah Isa, sedangkan gelar ruhullah artinya ruh dari Allah karena Isa langsung diciptakan Allah dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam. Narasi Qur'an tentang Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali 'Imran: 45) Ajaran Islam menganggap Isa hanya sebagai utusan Allah saja. Kepercayaan yang menganggap Isa sebagai Allah atau Anak Allah, menurut Islam adalah perbuatan syirik (mengasosiasikan makhluk sama dengan Allah), dan dengan demikian dianggap sebagai suatu penolakan atas konsep Keesaan Tuhan (tauhid). Islam melihat Isa sebagai manusia biasa yang mengajarkan bahwa keselamatan datang dengan melalui kepatuhan manusia kepada kehendak Tuhan dan hanya dengan cara menyembah Allah saja. Dengan demikian, Isa dalam ajaran Islam dianggap sebagai seorang muslim, begitu pula dengan semua nabi Islam. Islam dengan demikian menolak konsep trinitas dalam Ketuhanan Nasrani. Kaum Muslim meyakini bahwa Nabi Isa adalah sebagai seorang nabi pendahulu Muhammad SAW, dan menyatakan bahwa setelah ia akan muncul seorang nabi terakhir, sebagai penutup dari para nabi utusan Tuhan Semesta Alam.

Nabi Adam AS adalah tokoh dari Kitab Kejadian, Perjanjian Baru & Kitab Suci Al-Quran.