Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Tata Rias Pengantin ACEH Tradisional & Modifikasi

"""Indonesia adalah negeri yang sangat kaya. Setiap daerah menyimpan kearifan lokal yang bernilai seni tinggi dan adiluhung, yang tercermin dalam setiap aspek kehidupan masyarakatnya dari Sabang sampai Merauke. Salah satu yang menunjukkan kekayaan budaya di Indonesia adalah seni tata rias dan adat pernikahan pengantin se-antero Nusantara. Setiap daerah di setiap provinsi ternyata memilki jenis tata rias pengantin dan adat penikahan yang berbeda. Buku ini bercerita tentang kekayaan tradisi pernikahan dan seni tata rias pengantin yang ada di setiap kabupaten dan etnis di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tidak banyak yang tahu bahwa setiap kabupaten di Aceh ternyata memiliki jenis tata rias dan busana pengantin yang berbeda, di antaranya Aceh Besar/Aceh Rayeuk, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Tak banyak yang mau dan mampu mengulasnya serta menyusun informasi yang ada ke dalam sebuah buku. Buku ini disusun oleh Cut Marlyn Wood, seorang wanita Aceh asli yang berdomisili di Jakarta yang mengenal dan mengerti komponen dalam tata rias pengantin Aceh beserta adatnya. Buku ini akan menjadi salah satu dokumentasi apik dari seni budaya Aceh, agar bisa dinikmati keindahannya serta dilestarikan oleh generasi mendatang."""

Setelah Putri Nian Nio Lian Khi masuk Islam, atas persetujuan permaisurinya,
Meurah Johan menikahi putri tersebut, yang kemudian dikenal dengan sebutan
Putroe Neng. ... Beliau turut menyusun Undang-undang Negeri sehingga
terkenal sebuah pameo yang berbunyi: "Adat bak Po Teumeureuhom" ("
Stabilitas Kerajaan eksklusif]") "Hukum bak Syiah Kuala" ("Hukum Fatwa Ulama]"
) "Kanun bak Putro Pahang"("Peraturan Putri Pahang/Permaisuri Sultan Iskandar
Muda [1607-1636 ] ...