Sebanyak 1 item atau buku ditemukan

Efrosina

Buku Puisi

Saya rasa tidak salah jika Cecep dalam sebuah esainya mengatakan bahwa: “Puisi adalah pintu keluar dari bahasa yang mengalami menuju bahasa yang menafsirkan, dari sekadar mengalami realitas menjadi menafsirkan realitas”. Dengan bahasa yang menafsirkan itu pula kemuskilan menjadi mungkin…. Apakah lambang-lambang dalam puisinya merupakan teknik Cecep untuk keluar dari kemuskilan seremonial dan formalitas sehingga ia menciptakan dunia baru dalam puisinya dengan simbol-simbol yang ritmis? (Ach. Nurcholis Majid dalam Catatan Penutup buku puisi Efrosina cetakan ketiga, “Efrosina: Kenangan Penyair, Filosofia, dan Cinta yang Luar Biasa”). Efrosina adalah kumpulan puisi Cecep Syamsul Hari yang hingga kini masih dicari para peminat dan pembaca sastra Indonesia. Ini adalah edisi e-book Efrosina, dilengkapi dengan catatan penutup oleh esais Ach. Nurcholis Majid yang esainya tentang buku puisi Efrosina terpilih sebagai pemenang tingkat nasional LMKS (Lomba Mengulas Karya Sastra) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2010 dengan Dewan Juri yang diketuai Prof. Dr. Suminto A. Sayuti. Lukisan sampul: “Wahyu Makuthoromo”, bubuk kopi dan akrilik pada kertas, 40x50 cm, 2011, oleh K.H. M. Fuad Riyadi. Versi cetak Efrosina pertama kali diterbitkan pada 2002. CSH E-BOOKS menerbitkan versi e-book (buku elektronik/buku digital) dari karya-karya Cecep Hari. Email Layanan Konsumen: cecepsyamsulhari@gmail.com. Website: http://www.cecephari.com/kontak

Efrosina adalah kumpulan puisi Cecep Syamsul Hari yang hingga kini masih dicari para peminat dan pembaca sastra Indonesia. Ini adalah edisi e-book Efrosina, dilengkapi dengan catatan penutup oleh esais Ach.