Sebanyak 207 item atau buku ditemukan

Makna Hati, Pendekatan Tafsir Sufi

Penafsiran sufi dikenal sebagai bentuk upaya mengungkap temuan-temuan yang bersifat hissi. Yang menjadi fokus pada buku ini untuk mengungkap makna organ-organ immateri yang ada di dalam manusia sebagaimana disebutkan oleh Alquran. Di antaranya adalah aql, lubb, dan nafs yang memiliki peran primer terhadap nilai kehidupan manusia. Oleh karena itu dalam buku ini mengantarkan kepada pemahaman bahwa yang disebut lubb adalah akal besar yang fungsinya untuk menyaring informasi-informasi dengan menggunakan pertimbangan tafakur dan tazakur untuk menemukan arti yang lebih dalam. Intinya, lubb merupakan akal komando yang berfungsi penting dalam menentukan makna dalam sebuah informasi. Dan setiap akal itu masuk pada lubb. Namun dia tidak masuk pada bagian akal. Al-Aql dalam bahasa Arab memiliki arti mengandung seluruh bidang kecerdasan bahkan termasuk nalar, dengan asumsi bahwa nalar ada secara primordial dan sebenarnya tetap ada sampai sekarang, yang cahayanya didistribusikan pada elemen-elemen lain, kemudian merajutnya bersama untuk mencapai keterikatan ilahi.Secara umum fungsi akal lebih pada gambaran dasar. Jika Penulis memberikan simpulan sederhana maka akal berfungsi untuk menyaring informasi sebatas wilayah luarnya saja kemudian masuk pada elemen selanjutnya yang lebih dalam lagi. Ibn Qayyim mengatakan bahwa ruh tak lain adalah bentuk dari jiwa, atau sebaliknya. Dan mayoritas mufasir mengatakan bahwa ruhs sudah pasti menjadi urusan Tuhan. Tetapi hemat Penulis ruh adalah bentuk jiwa manusia yang berfungsi memfilter dari gejala-gejala yang timbul dari luar atau yang dihadapkan kepada manusia. Sedangkan nafs atau jiwa merupakan intuisi manusia yang memiliki dua kecenderungan antara positif dan negatif. Dan sebenarnya nafs memiliki potensi baik. Artinya nafsini bertugas menggerakkan kehendak yang cenderung mengekspresikan tingkah laku yang diawali dengan kehendak batin. Fitrah manusia berarti bekal awal yang diberikan Allah saat penciptaannya. Maka dalam berhubungan dengan agama, Allah menanamkan fitrah kepada manusia sejak lahir sudah memiliki potensi beragama dan menentukan jalan kebenaran. Maka fithrah berfungsi sebagai intuisi untuk menentukan jalan yang sesuai dengan kefitrahannya. Atau sesuali dengan naluri kemanusiaannya. Qalbartinya adalah hati, dalam ilmu kedokteran lebih dikenal sebagai istilah jantung. Dan tugas Qalb dalam diri manusia untuk menentukan fungsi akhir atas informasi-informasi yang telah disaring melalui beberapa elemen lain sebagaimana yang disebutkan di atas, serta untuk menentukan nilai baik dan buruk. Maka ketika manusia menemukan kebingungan dalam memutuskan masalah Nabi Muhammad menghimbau agar meminta pendapat pada hati, “Istafti Qalbak”. Berdasarkan literatur sufistik mengatakan bahwa Qalb merupakan prioritas manusia ketika diadili di akhirat. Dari Qalb lah manusia dimintai pertanggungjawaban. (*) Judul: Makna Hati Pendekatan Tafsir Sufi Penulis: Khoirul Anwar Afa Penerbit: Formaci ISBN: 978-602-61554-3-6 Cetakan, Kedua, Mei 2017 (Edisi Revisi) Tebal: xi + 104 Halaman Harga: Rp 50.000 (belum termasuk ongkir)

Dari Qalb lah manusia dimintai pertanggungjawaban. (*) Judul: Makna Hati Pendekatan Tafsir Sufi Penulis: Khoirul Anwar Afa Penerbit: Formaci ISBN: 978-602-61554-3-6 Cetakan, Kedua, Mei 2017 (Edisi Revisi) Tebal: xi + 104 Halaman Harga: Rp ...

Giambattista Vico and Anglo-American Science

Philosophy and Writing

Introduction. to. Giambattista. Vico: The. An. glo-American. perspective. Marcel
Danesi ... Until the present century, Vico was an unknown figure in the world of
Anglo-American science, philosophy, and writing. It was the translation of the
third ...

Anglo-American Idealism

Thinkers and Ideas

This volume is devoted to a critical discussion and re-appraisal of the work of Anglo-American Idealists of the nineteenth and twentieth centuries. Idealism was the dominant philosophy in Britain and the entire English-speaking world during the last decades of the nineteenth century and the beginning of the twentieth. The British Idealists made important contributions to logic, metaphysics, aesthetics, ethics, social and political philosophy, philosophy of history, philosophy of religion and philosophy of mind. Their legacy awaits further exploration and reassessment, and this book is a contribution to this task. The essays in this collection display many aspects of contemporary concern with idealistic philosophy: they range from treatments of logic to consideration of the Absolute, personal idealism, the philosophy of religion, philosophy of art, philosophy of action, and moral and political philosophy. During the first decade of the twenty-first century, the work of the Anglo-American Idealists has once again been widely discussed and re-considered, and new pathways of research and investigation have been opened.

MARIE-LUISE RATERS Art, Feeling and Truth: The Central Problem of the
Aesthetics of Anglo-Saxon Idealism The aesthetics of the English and German
Enlightenment (Shaftesbury and Burke) conceived the work of art as the
adequate ...

The Rhetoric of Eugenics in Anglo-American Thought

Ranging in subject from England's poor laws to the Human Genome Project, The Rhetoric of Eugenics in Anglo-American Thought is one of the first books to look at the history and development of the eugenics movement in Anglo-American culture. Unlike other works that focus on the movement's historical aberrancies or the claims of its hardline proponents, this study highlights the often unnoticed ways in which the language and ideas of eugenics have permeated democratic discourse. Marouf A. Hasian, Jr. not only examines the attempts of philosophers, scientists, and politicians to balance the rights of the individual against the duties of the state, but also shows how African Americans, Catholics, women, and other communities--dominant and marginalized--have appropriated or confronted the rhetoric of eugenics. Hasian contends that "eugenics" is an ambiguous term that has allowed people to voice their concerns on a number of social issues--a form of discourse that influences the way ordinary citizens make sense of their material and spiritual world. While biological determinism and social necessity are discussed in the works of Plato, Malthus, and Darwin, among others, with theories ranging from equality for all to natural superiority, it is Galton's observations on "positive" and "negative" eugenics that have been widely used to justify a variety of social and political projects--including the sterilization and segregation of the unfit, immigration restrictions, marriage regulations, substance abuse, physical and mental testing, and the establishment of health programs that sought to improve "hygiene." Women, African Americans, and other marginalized communities, for instance, have at times lost reproductive rights in the name of "liberty," "opportunity," or "necessity." Eugenical arguments are more than a creation of pseudo-science or misapplied genetical analysis, Hasian determines; they are also rhetorical fragments, representing the ideologies of multitudes of social actors who, across time, have reconfigured these ideas to legitimize many agendas.

It is the first step toward guaranteeing to future generations a white America. It is
of interest, not only to Virginia, but to the rest of the United States. . . .
Unfortunately, the solution of it has not yet commended itself to the less thoughtful
persons ...

Puncak Makrifat Jawa

Pengembaraan Batin Ki Ageng Suryomentaram

Ki Ageng Suryomentaram (20 Mei 1892-18 Maret 1962) adalah putra Sri Sultan Hamengku Buwono VII dengan nama BRM (Bendara Raden Mas) Kudiarmadji. Seperti halnya tokoh sufi Ibrahim Ibnu Adham dan Sidharta Gautama, Ki Ageng Suryomentaram juga mengalami kegelisahan batin yang mendalam meskipun ia hidup di dalam keraton. Ia pun kabur dan menyamar sebagai rakyat jelata dan mengganti namanya, Notodongso. Selama pengembaraan dan tirakatnya itulah berbagai temuan dan pencerahan ia dapatkan. Dari berbagai karya dan tulisannya, satu di antaranya adalah Langgar. Buku Langgar yang semula berbahasa Jawa ini kemudian diterjemahkan dan diberikan penjelasan secara mendalam oleh penulis. Dalam buku ini penulis, yang juga penulis ?Hikam untuk Semua?, secara tekun dan penuh penghayatan mencoba menelusuri relung-relung pengetahuan Ki Ageng Suryomentaram lebih mendalam. Penulis juga memberi kesempatan kepada pembaca untuk menelusuri lebih jauh perenungan dan temuan-temuan Ki Ageng. Buku ini semakin menarik untuk dikaji karena diapresiasi oleh seseorang yang memiliki latar belakang tradisi pesantren yang ketat sekaligus pengalaman hidup yang getir dan dilematis. Tak heran, bila pertemuan penulis dengan khasanah Ki Ageng Suryomentaram seakan menempatkan dirinya sebagai ?murid? dan ?guru?. Bahkan dalam buku ini, penulis menyejajarkan sosok Guru Ageng Suryomentaram dengan sosok Syaikh al-Akbar Ibn ?Arabi, karena kejeniusan Ki Ageng dalam mengeksplorasi dan mengelaborasi khasanah jiwa manusia. [Mizan, Nourabooks, Sejarah, Jawa, Islam, Indonesia]

Tahun 1622 Mataram berhasil menundukkan kerajaan Sukadana di Kalimantan
Barat, Surabaya berhasil dikalahkan padatahun 1625, dan menaklukkan
Palembang padatahun1636. Seluruh pulau Jawa tundukpada kekuasaan Sultan
 ...

History of English Thought in the Eighteenth Century

From 1876, this influential work in the history of ideas focuses on the eighteenth-century deist controversy and its effects.

Mathematical studies have long been cultivated in that part of the country, and
Paley shows everywhere that masculine, but rigid, intellect which finds its natural
element in mathematical study. He is the very type of the clear and receptive, ...