Sebanyak 1008 item atau buku ditemukan

Sintaksis Bahasa Arab

Analisis Frasa dalam Teks Alquran

Buku ini merupakan jenis buku teks atau bersifat referensi, yang berjudul: Sintaksis Bahasa Arab (Analisis Frasa dalam Teks Alquran). Buku ini diangkat dari hasil penelitian yang bertujuan untuk mengungkap hasil analisis bentuk Frasa dalam Alquran, khususnya Frasa Idhofah dalam kajian surah Ali Imran. Buku ini membahas tentang macam-macam bentuk frasa Idhofah yang menggambarkan bentuk keunikan tersendiri sebagai ciri khas frasa dalam Bahasa Arab, khususnya dalam bahasa Alquran. Keunikan bentuk frasa Bahasa Arab dapat terlihat dari ciri linguistik yang membangun unsur frasa tersebut. Uraian buku ini meliputi bentuk-bentuk Idhofah yang terungkap melalui proses penguraian dengan pengklasifikasian, berdasarkan ciri-ciri Idhofah., Ciri-ciri Idhofah dapat dilihat dari segi mudhofnya dan dari segi mudhof ilaihnya. Bentuk Frasa Idhofah, secara garis besar tergolong dalam dua macam, yaitu Idhofah Ma’nawiyah dan Idhofah Lafzhiyah. Di antara bentuk Idhofah Ma’nawiyah ialah Idhofah yang mudhof ilaihnya berkategori pemilik (aneksi posesif ) atau jika dilihat dari huruf jar yang di takdirkan, idhofah tersebut dinamakan Idhofah Lamiyyah. Idhofah Lafzhiyah ialah Idhofah yang mudhofnya terdiri dari : Isim Fa’il, Shifah musyabbahah biismil Fa’il dan mubalaghah dari Isim Fa’il. Selain itu, diuraikan pula jenis Idhofah yaitu Idhofah yang mudhofnya terdiri dari Isim Jamid Mahdhah, Isim Jamid Ma’na ( Masdar ), lafal-lafal yang selalu mudhof, baik yang merupakan zharaf maupun yang bukan zharaf, dan yang merupakan zharaf terbagi atas tiga macam, yaitu zharaf makan, zharaf zaman dan zharaf selain kedua zharaf tersebut. Zharaf zaman ada yang diidhofahkan pada lafal mufrad dan ada yang diidhofahkan pada jumlah ( kalimat ). Selain itu, frasa idhofah yang mudhofnya merupakan Isim Isyarah, Isim Makan, Isim Adad dan Isim Tafdhil. Kemudian frasa Idhofah yang bentuk mudhof ilaihnya berkategori : keseluruhan (partitif) ; pelaku, penyebab (subjektif); Sasaran perbuatan (objektif); tempat (lokatif); Asal (Ablatif); dan sifat (Astributif). Untuk Idhofah Lafzhiyah, mudhof ilaihnya hanya berkategori Sasaran perbuatan (Objektif).Sifat yang sandar pada Maushuf ditemukan pada Idhofah Ma’nawiyah dan Idhofah Lafzhiyah. Sebaliknya, Maushuf yang sandar pada sifat hanya ditemukan pada Idhofah Ma’nawiyah. Idhofah yang menakdirkan huruf jar, selain Idhofah Lamiyyah terdapat pula Idhofah Bayaniyyah, Idhofah Zharfiyyah,dan Idhofah Tasybihiyyah. Bentuk Idhofah yang menakdirkan huruf jar hanya terdapat pada Idhofah Ma’nawiyah. Selain bentuk-bentuk Idhofah tersebut di atas, ada pula bentuk Idhofah yang unsur kata pertamanya atau unsur Mudhofnya terbuang. Bagian akhir buku ini juga membahas tentang frasa Idhofah dalam struktur kalimat, yang mempunyai fungsi/kedudukan dan kategori dalam sebuah klausa atau kalimat berdasarkan kategori fungsi. Selanjutnya dilengkapi dengan analisis diagram pohon melalui beberapa contoh kalimat.

Buku ini merupakan jenis buku teks atau bersifat referensi, yang berjudul: Sintaksis Bahasa Arab (Analisis Frasa dalam Teks Alquran).

Arsitektur Akhlak dan Budi Pekerti dalam Interaksi Lintas Budaya

Manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan budaya memiliki akhlak dan budi pekerti yang menempatkan dirinya pada kedudukan yang luhur dan terpuji, dan sekaligus dapat membedakannya dengan makhluk-makhluk lain dalam kehidupan alam semesta. Akhlak dan budi pekerti memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia Indonesia. Akhlak dan budi pekerti, berorientasi pada nilai-nilai spiritual,nilai-nilai kemanusiaan dan kelestarian lingkungan hidupnya. Nilai-nilai itu selalu berada dan tidak pernah terpisahkan dari kehidupan manusia, karena ia merupakan makhluk yang terdiri dari dua unsur yang menyatu, yaitu fisik dan rohani. Nilai rohani merupakan nilai individual dan universial yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sedang nilai kemanusiaan merupakan nilai yang berada di tengah masyarakat sebagai realisasi dari sifat sosial yang ada pada diri manusia. Kehidupan manusia di tengah masyarakatnya akan lebih bermakna, apabila setiap individu memperhatikan tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, terhadap masyarakat lingkungannya yang didasari oleh nilai-nilai akhlak dan budi pekerti. Perwujudan nilia-nilai itu harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

kepercayaan yang berbeda-beda, seperti Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, ... terhadap berbagai macam fenomena sosial, budaya, ekonomi, politik, ...

Pengantar Ekonomi Islam

Kajian Teologis, Epistemologi, dan Empiris

Buku Pengantar Ekonomi Islam dibagi dalam tiga bagian: pertama, landasan teologis ekonomi Islam. Dalam bagian ini, dijelaskan tentang Islam dan ilmu pengetahuan, serta landasan berpikir sistem ekonomi Islam. Kajian Islam dan ilmu pengetahuan tetap selalu menarik untuk dikaji agar supaya dapat dipahami bahwa Islam sebagai sistem keyakinan juga sebagai sistem pengetahuan yang banyak memberikan cakrawala ilmiah aktual. Dengan pemahaman Islam dan ilmu pengetahuan diharapkan dapat memberikan pemahaman awal tentang sistem dan ilmu ekonomi Islam. Kedua, tentang epistemologi ekonomi Islam yang dibahas dalam bagian keempat (peta pemikiran ekonomi Islam), dan bagian kelima (hierarki pemikiran ekonomi Islam). Pada bagian ini, telah banyak buku atau literasi yang membahas tentang epistemologi ekonomi Islam. Namun dalam buku ini, terdapat beberapa kritik dan paradigma yang berbeda dalam penjelasannya, terutama tentang peta pemikiran ekonomi Islam. Ketiga, tentang kajian empiris sistem ekonomi Islam. Dibagi dalam bagian keenam (perkembangan perbankan Islam di dunia), dan bagian ketujuh (ekonomi Islam di Indonesia). Bagian-bagian tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan metodologi dalam memahami ilmu dan sistem ekonomi Islam. Hal yang sedang berproses menuju pada peradaban Islam di bidang ilmu pengetahuan ekonomi. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Buku Pengantar Ekonomi Islam dibagi dalam tiga bagian: pertama, landasan teologis ekonomi Islam.

Fikih Zakat, Sedekah, dan Wakaf

Zakat sebagai salah satu dari lima pilar Islam tentu perlu dipahami dengan baik, agar umat Islam dapat menjalankannya bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban tetapi juga memberikan efek yang lebih baik bagi masyarakat, baik itu dari segi material maupun sosial. Oleh karena itu, pemahaman seluk-beluk zakat wajib dikuasai umat Islam di Tanah Air. Buku ini disusun demi memudahkan mahasiswa dan mahasiswi memahami matakuliah fikih zakat, sedekah, dan wakaf. Buku ini diawali dengan pembahasan sejarah pensyariatan zakat, manajemen dan organisasi zakat, tujuan zakat dalam kehidupan, zakat fitrah, zakat mal, zakat dalam perekonomian kontemporer, zakat dan pajak, zakat produktif, tata cara membayar zakat, sedekah, dan wakaf Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Oleh karena itu, pemahaman seluk-beluk zakat wajib dikuasai umat Islam di Tanah Air. Buku ini disusun demi memudahkan mahasiswa dan mahasiswi memahami matakuliah fikih zakat, sedekah, dan wakaf.

Hukum Ekonomi Syariah: Dalam Perspektif Kewenangan Peradilan Agama

Hukum ekonomi syariah sebagai bagian dari syariah atau hukum Islam yang kini berkembang pesat di seluruh dunia dan juga di Indonesia, merupakan penggabungan antara hukum ekonomi konvensional (melalui transformasi proses Islamisasi hukum oleh ahli ekonomi Islam) dan fikih muamalat konvensional yang berakar panjang dalam sejarah dan tradisi Islam. Tidak mengherankan bila hukum ekonomi syariah ini masih merupakan hal baru di negara berpenduduk Muslim, karena minimnya peraturan perundang-undangan dan praktik peradilan. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Hukum ekonomi syariah sebagai bagian dari syariah atau hukum Islam yang kini berkembang pesat di seluruh dunia dan juga di Indonesia, merupakan penggabungan antara hukum ekonomi konvensional (melalui transformasi proses Islamisasi hukum ...

Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqashid Al-Syariah

Pada dasarnya maqashid al-syariah merupakan dasar ekonomi Islam yang berasal dari Allah SWT yang bertujuan memberikan kemaslahatan kepada manusia, berupa kebutuhan daruriyah, hajiyah , dan tahsiniyah supaya manusia dapat hidup dalam kebaikan dan menjadi hamba-Nya yang baik. Produksi barang kebutuhan dasar secara khusus dipandang sebagai kewajiban sosial ( fard al-kifayah ) sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui keadilan pendistribusian. Prinsip dasar ekonomi Islam dalam perspektif maqashid al-syariah ini tidak hanya populer di kalangan akademisi, tapi juga populer di kalangan praktisi ekonomi Islam. Prinsip dasar ekonomi Islam ini tidak saja menjadi tujuan dan esensi ekonomi Islam, tetapi juga sebagai dasar bangunan ekonomi Islam. Semakin populernya prinsip ekonomi Islam dalam kegiatan bisnis di Indonesia saat ini, maka dibutuhkan aturan hukum (Islam) yang lugas dan prinsipil bagi masyarakat. Buku ini menyajikan dan membahas kaidah penting seputar prinsip dasar ekonomi Islam dalam perspektif maqashid al-syariah , dengan harapan bisa menginspirasi para akademisi, praktisi bisnis dan keuangan, mahasiswa studi ekonomi dan hukum Islam, serta bagi masyarakat pada umumnya. Buku persembahan penerbit Prenada Media Group.

Prinsip dasar ekonomi Islam dalam perspektif maqashid al-syariah ini tidak hanya populer di kalangan akademisi, tapi juga populer di kalangan praktisi ekonomi Islam.

Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah: Penemuan dan Kaidah Hukum

Buku ini merupakan kelanjutan buku 1 yang telah terbit sebelumya, yaitu Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah: Teori dan Praktik. Buku ini disajikan dimulai dengan pembahasan umum tentang bagaimana sistem dan prinsip ekonomi syariat, bentuk-bentuk transaksi ekonomi syariat yang berkembang di masyarakat, jenis-jenis kegiatan ekonomi syariat yang menjadi kewenangan peradilan agama, dan bagaimana penyelesaian sengketa ekonomi syariat, juga menjelaskan sedikit tentang hal-hal yang dimaksud dengan iktikad baik dalam menilai suatu akad/kontrak. Dibahas pula tentang penemuan hukum, bagaimana proses penemuan hukum, apa sumber-sumber dalam melakukan penemuan hukum dan sejauh mana urgensi penemuan hukum serta bagaimana metode penemuan hukum dilakukan. Berikutnya, dibahas tentang yurisprudensi, kaidah hukum dan putusan penting (landmark decision), bagaimana proses suatu putusan menjadi yurisprudensi, dan bagaimana pula kedudukan, serta urgensi yurisprudensi dalam proses penemuan hukum di Indonesia. Selanjutnya, barulah dibahas tentang bagaimana penemuan-penemuan dan kaidah-kaidah hukum dalam putusan-putusan kasasi perkara ekonomi syariat sesuai dengan jenis sengketa yang selalu diajukan ke pengadilan agama, antara lain: wanprestasi, keadaan memaksa (force majeur), perbuatan melawan hukum (PMH), murabahah, musyarakah, mudarabah, dan eksekusi hak tanggungan syariat, dan perlu ditambahkan bahwa eksekusi lainnya tidak dijelaskan dalam buku ini karena sampai saat ini belum ada putusan pada tingkat kasasi yang terkait dengan hal tersebut. Buku Persembahan Penerbit PrenadaMediaGroup

Buku ini merupakan kelanjutan buku 1 yang telah terbit sebelumya, yaitu Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah: Teori dan Praktik.

HADITS AHKAM EKONOMI

Kata Pengantar: Prof. Dr. H.M Anton Athoillah, M.M. (Guru Besar UIN Sunan Djati Bandung)

Sumber Hukum Islam kedua setelah Alquran yaitu Al-Hadits. Dalam segala aspek kehidupan, kita dituntut untuk senantiasa selaras dengan Alquran dan Al-Hadits baik dalam hal ibadah maupun muamalah. Dalam kegiatan ekonomi, pada prinsipnya boleh dilakukan kecuali jika Alquran atau Al-Hadits melarang maka hukumnya menjadi haram sesuai dengan keumuman kaidah fiqih muamalah. Selain membahas tentang kedudukan hadits Nabi, buku ini juga membahas seluruh kegiatan ekonomi mulai dari jual beli, pinjam-meminjam, sewa-menyewa, modal dan investasi, penggadaian, kepemilikan harta, kerja sama bisnis, mekanisme pasar dan sebagainya dipandang dalam perspektif hadits Nabi, mulai dari konsep sampai implementasi hadits-hadits pada setiap kegiatan ekonomi. Dengan demikian, para pembaca bisa menentukan hukum kegiatan ekonomi dalam timbangan hadits yakni dengan mencari hadits-hadits larangan pada kegiatan ekonomi. Dan jika tidak ditemukan larangan maka hukum dikembalikan kepada hukum mubah sebagaimana hukum asal pada kegiatan muamalah. Mata Kuliah Hadits Ekonomi merupakan mata kuliah wajib pada setiap Prodi Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, dan Manajemen Keuangan Syariah yang ada di setiap Perguruan Tinggi ataupun Universitas di Indonesia. Buku ini telah disesuaikan dengan silabus mata kuliah Hadits Ekonomi karena itu buku ini sangat cocok untuk dosen dan mahasiswa, para peneliti, dan para praktisi ekonomi di Lembaga Keuangan dan Bisnis Syariah.

Sumber Hukum Islam kedua setelah Alquran yaitu Al-Hadits.

Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah

Sistem ekonomi kapasitas yarg menempatkan pemilik modal sebagai pemegarg kekuwasaan kebijakan otoriter terhadap jalannya perekonomian dunia, telah menciptakan jurang pemisah yang teramat dalam antara negara-negara maju (pemilik modal) dengan negara-negara miskin (meminjam modal). Ketidakadilan dan ketidakseimbangan sengaja diciptakan oleh sistem kapitalis dengan teori Belah Bambu Yang mengangkat tinggi-tinggo pemilik modal dan meninjak-injak penerima modal. Krisis ekonomi glibal tahun 1997 dan tahun 1997 dan tahun 2008 yang masih berlanjut sampai akhir 2009 membuktikan bahwa sistem kapitalis sangat rapuh. Tetapi, pada saat peristiwa yang sama Sistem Ekonomi Syariah yang mengembangkan prinsip keadilan, keseimbangan, dan kesejahteraan yang saling menguntungkan antara pemilik modal dengan penerima modal terbukti lebih unggul dan menjadi salah satu sistem ;perekinomian glonal yang mampu menyelamatkan perekonomian dunia. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Sistem ekonomi kapasitas yarg menempatkan pemilik modal sebagai pemegarg kekuwasaan kebijakan otoriter terhadap jalannya perekonomian dunia, telah menciptakan jurang pemisah yang teramat dalam antara negara-negara maju (pemilik modal) ...

Selayang Pandang Prinsip Ekonomi Islam

Ekonomi Islam menurut Muhammad Abdul Manan dalam “Islamic Economics; Theory and Practice” ialah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai islam. Tujuan dari ekonomi islam ialah untuk maslaha

Ekonomi Islam menurut Muhammad Abdul Manan dalam “Islamic Economics; Theory and Practice” ialah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi masyarakat yang diilhami oleh nilai-nilai islam.