Sebanyak 39 item atau buku ditemukan

Arsitektur masjid

Buku ini dipilih, karena kandungannya yang menempatkan cara pandang budaya terhadap gejala arsitektur. Cara yang demikian ini diproyeksikan mampu memberi nilai terhadap arsitektur bukan hanya sekadar gejala fisik belaka, bahkan memberi bobot makna. Buku ini membedah arsitektur masjid, sentra arsitektur Islam, yang ternyata dalam perpektif budayanya, ia menjadi pewaris dan penerus kebudayaan dan peradaban agung umat manusia. Cara pandang ini memberikan kekayaan pengalaman praktek kehidupan keagamaan yang utuh, liat dan lentur, menerjemahkan doktrin keyakinan dalam kancah pergaulan peradaban yang nyata. Saling pinjam budaya, penapisan, dan pemilihan yang bersesuaian dengan doktrin tanpa terkesan merusak, bahkan memberi imbuhan nilai terhadap pencapaian peradaban baru, dicoba diketengahkan dalam paparan ini. Alhasil, buku ini memang berbicara tentang hidup dan kehidupan peradaban dan kemanusiaan, lewat arsitektur. [Mizan, Bentang, Agama, Motivasi, Indonesia]

... ekonomi , hukum , seni sarang tawon muqarnas , yang tumbuh bahkan ibadah ... fisik antarsesama manusia maupun arsitektur Islam . kepada Khaliqnya .

Tafsir Al-Quran di Medsos

Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH)

Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap. Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax? Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam. [Mizan, Bentang Pustaka, Agama, Islam, Inpirasi, Religi, Motivasi , Indonesia]

H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern.

Mencari Buah Simalakama

DAUR III

Sepanjang masa hidupmu, kelak kamu akan menemui buah simalakamamu sendiri. Namun, tahukah kamu buah simalakama yang rasanya paling getir? Yang kesakitannya bukan hanya dirasakan oleh dirimu saja, melainkan harus dipikul oleh jutaan orang di sekitarmu. Inilah simalakama itu: Ibu sebagai jelmaan alam, Bapak berwujud pemerintah, dan Rakyat yang menjadi anak-anaknya. Bapak yang kau pikir mengayomi Ibu serta anak-anaknya, justru menghalangi, merampok, dan menumpuk-numpuk sendiri cahaya kesejahteraan dari Tuhan. Si Bapak itulah kolonialis-imperialis, diktator yang memaksakan kemauan dan aturan egoisnya kepada anak-anaknya sendiri. Sudahkah kau temukan kenyataan itu? [Mizan, Bentang Pustaka, Indonesia, Opimi, Filosofi, Opini]

Akan tetapi, pada sangat banyak jenis dan bentuk makhluk bermacam-macam
itu, ada satu yang sama: cahaya yang berdenyar-denyar antara titik pusat
kehadiran masing-masing makhluk itu dan langit. Beribu-ribu, mungkin berjuta-
juta, tali ...

Mencari Sila Kelima

Sejak berusia enam tahun, ada begitu banyak pertanyaan yang tumpang-tindih di kepalaku. Mengapa orang-orang kerap bersikap manis kepada mereka yang dianggap berkedudukan dan kaya, tapi bersikap dingin kepada mereka yang berpakaian lusuh dan tak punya apa-apa? Mengapa banyak pemuka agama yang menyebarkan kebencian kepada golongan yang berbeda, padahal mereka pula yang menyuarakan bahwa agama adalah perwujudan kasih kepada sesama? Mengapa manusia suka sekali mengotakkan sesamanya ke dalam label tertentu: si Hitam, si Putih, si Miskin, si Kaya, si Pandai, si Bodoh, si Jawa, atau si Tionghoa? Gelembung-gelembung pertanyaan itu terus mengimpitku. Ketidakadilan yang kurasakan rupanya dianggap sebagai sebuah kewajaran. Aku tak mau menjadi anak yang digadang-gadang sebagai bintang tapi pendidikannya justru menjauhkannya dari kebenaran. Dan kini, kucari makna pada sila kelima Pancasila: di manakah keadilan yang dijanjikan kepada seluruh rakyat Indonesia? [Mizan, Bentang Pustaka, Pancasila, Negara, Bangsa, Masyarakat, Rakyat, Indonesia]

Tentu saja ada banyak orang yang berpendapat “semua agama sama saja”.
Orang-orang ini mengaku tidak berprasangka. Namun, biasanya orang-orang ini
bukan tidak berprasangka, melainkan tidak berprinsip; mereka hidup hanya
untuk kesenangan pribadi, untuk kepentingan diri sendiri. Jadi, bagaimana
caranya agar kita beragama dengan benar, agar agama yang berbeda-beda di
tanah air semuanya berfungsi sebagai tali pemersatu bangsa, bukannya alat
perpecahan?

Soekarno Poenja Tjerita

  • ISBN 13 : 9786022912361
  • Judul : Soekarno Poenja Tjerita
  • Pengarang : @sejarahRI,  
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 923.2
  • Call Number : 923.2 @SE s
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xx,200 hlm;21 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2018-36855-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36855-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Semangat Membatu

Official Story Timnas U-19

25 Pemain, 5 Pelatih, 2 Staf medis, 2 Kit man, dan 1 Tekad .... Setelah kata sepakat kami sampaikan, tidak ada lagi konsentrasi yang terbagi selain hanya untuk sepak bola. Perjalanan panjang kami mulai dengan sebuah titik putih di tengah kehidupan kami. Titik putih yang menjadi tanda bahwa kami tak boleh sedikit pun menyerah kalah. Buku ini merupakan pengingat kisah-kisah yang kami jalani selama berkiprah di persepakbolaan nasional. Layaknya pertandingan sepak bola yang menghadirkan drama-drama dengan hasil yang tak tertebak, perjalanan kami pun diwarnai dengan berbagai macam cerita yang menguras emosi. Namun, seperti apa pun rintangannya, tekad kami sudah membulat: Sang Saka Merah Putih harus berkibar di Piala Dunia! [Mizan, Bentang, Pustaka, Inspirasi, Motivasi, Indonesia]

Perjalanan dari daerah ke daerah kami tutup di bumi Kalimantan. Kami cukup
puas dengan hasil yang kami capai, dengan kerja keras yang kami lakukan.
Namanama pemain potensial telah kami kantongiuntuk kemudian kami olah
menjadimutiaramutiara yang bisa mengharumkan bangsa. Meskipun pekerjaan
yangkami lakukan terasa sangat berat, kami berusaha untuk menikmatinya.
Semua sematamata demi kondisi persepakbolaan Indonesia yang semakin
baikke depan.

Gen M

Kalau selama ini kita mengenal Gen X, Gen Y, atau Gen Z, buku ini memperkenalkan generasi baru konsumen Muslim yang dikenal Gen M atau Generation Muslim. Mereka religius, modern, mengedepankan kebaikan, dan memiliki daya beli yang tinggi. Merekalah yang bakal mendominasi jagad pemasaran di Indonesia. Dengan potensi yang dimiliki Gen M, setiap marketer dan entrepreneur tak mungkin mengabaikan mereka. Bukan karena sudah memiliki daya beli yang tinggi, melainkan mereka juga memiliki karakteristik konsumen yang agak berbeda dengan konsumen secara umum. Dalam buku ini, temukan hal-hal bermanfaat untuk menggarap generasi ini secara maksimal dengan: - Menyiapkan diri akan tren saat gaya hidup Islam mulai masuk dalam mainstream kebudayaan Indonesia. - Kenali lebih dalam keenam industri yang menjadi primadona Gen M, dari fesyen dan kosmetik, makanan halal, keuangan, hingga pendidikan Islam. - Strategi yang bisa diambil oleh pemain di industri tersebut sebagai panduan untuk memenangkan persaingan. [Mizan, Bentang Pustaka, Ekonomi, Bisnis, Islam, Muda, Generasi, Muslim, Budaya, Behaviour, Indonesia]

  • ISBN 13 : 6022912601
  • ISBN 10 : 9786022912606
  • Judul : Gen M
  • Pengarang : Yuswohady,  
  • Kategori : Religion
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 658.8
  • Call Number : 658.8 YUS g
  • Bahasa : id
  • Tahun : 2017
  • Halaman : 308
  • Halaman : 308
  • Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=m3moDgAAQBAJ&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
    2018-35976-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35976-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Merekalah yang bakal mendominasi jagad pemasaran di Indonesia. Dengan potensi yang dimiliki Gen M, setiap marketer dan entrepreneur tak mungkin mengabaikan mereka.

Almustafa

  • ISBN 13 : 9786022913771
  • Judul : Almustafa
  • Pengarang : Kahlil Gibran,  
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 892.3
  • Call Number : 892.3 KAH a
  • Bahasa : Indonesia
  • Tahun : 2017
  • Halaman : 117
  • Halaman : 117
  • Ketersediaan :
    2018-35977-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35977-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Edensor

  • ISBN 13 : 9789791227025
  • Judul : Edensor
  • Pengarang : Andrea Hirata,  
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 813
  • Call Number : 813 AND e
  • Bahasa : Indonesia
  • Tahun : 2008
  • Halaman : 290
  • Halaman : 290
  • Ketersediaan :
    2018-35887-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35887-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Soekarno

Kuantar ke Gerbang

Ingatan itu masih tertera jelas. Sosok mungil dengan sekuntum bunga warna merah tersunting di sanggulnya. Hingga bertahun-tahun, sosok itulah yang hidup dalam benak Soekarno. Inggit bukan sekadar kekasih. Dalam dirinya, Soekarno menemukan kawan sekaligus ibu. Di dalam rengkuhan perempuan sederhana itu, dia tumbuh menjadi seorang pejuang yang tangguh. Tak banyak yang menyoroti kisah cinta antara Inggit Garnasih dan Soekarno. Disusun berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Inggit, Ramadhan K.H. menyampaikan sebuah kisah menyentuh. Lewat novel ini, kita akan tahu episode-episode penting dalam hidup Soekarno sebelum masuk ke istana dengan sosok yang selalu melekat di sana: Inggit Garnasih. [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Memoar, Indonesia, Biografi]

Sosok mungil dengan sekuntum bunga warna merah tersunting di sanggulnya. Hingga bertahun-tahun, sosok itulah yang hidup dalam benak Soekarno. Inggit bukan sekadar kekasih. Dalam dirinya, Soekarno menemukan kawan sekaligus ibu.