Sebanyak 39 item atau buku ditemukan

Filosofi Kopi

KUMPULAN CERITA DAN PROSA SATU DEKADE (1995-2005) Pemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona. Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya-karya ini. Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yang tak selalu mampu dikatakan. Lewat refleksi dan monolog interior yang digarap dengan cakap dan jernih. pembaca diajaknya menjelajahi halaman-halaman kecil dalam cerpen yang kini dijadikannya semesta kehidupan. Cerpen-cerpen Dee itu persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peracik kopi: harum, menyegarkan, dan nikmat: pahit, tapi sekaligus mengandung manis. [Mizan, Bentang Pustaka, Dewi Dee Lestari, Novel, Cerpen, Sastra, Indonesia]

  • ISBN 13 : 6028811610
  • ISBN 10 : 9786028811613
  • Judul : Filosofi Kopi
  • Pengarang : Dee Lestari,  
  • Kategori : Comics & Graphic Novels
  • Penerbit : Bentang Pustaka
  • Klasifikasi : 813
  • Call Number : 813 DEE f
  • Bahasa : id
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 156
  • Halaman : 156
  • Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=_imSCwAAQBAJ&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
    2018-35891-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-35891-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Cerpen-cerpen Dee itu persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peracik kopi: harum, menyegarkan, dan nikmat: pahit, tapi sekaligus mengandung manis. [Mizan, Bentang Pustaka, Dewi Dee Lestari, Novel, Cerpen, Sastra, Indonesia]

Sejarah Islam di Nusantara

Agama Islam tidak dilahirkan di Indonesia, namun justru negara inilah yang memiliki penduduk muslim dengan jumlah terbesar di dunia. Bagaimanakah cara agama ini masuk dan berkembang di antara suku dan budaya yang beragam di nusantara? Fondasi pertanyaan ini kemudian menggerakkan Michael Laffan, Profesor Sejarah di Universitas Princenton, untuk meneliti proses tumbuh kembangnya Islam di Indonesia yang memiliki corak dan ciri khusus. Dari aneka ragam sumberdaya, Laffan mereka ulang sejarah interaksi dan diskusi ihwal Islam di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Islam di Indonesia kerap digambarkan bersifat moderat berkat peran yang dimainkan Sufisme mistis dalam membentuk pelbagai tradisinya. Menurut para pengamat Barat—mulai dari para administrator kolonial, para cendekiawan orientalis Belanda, hingga para antropolog modern seperti Clifford Geertz—penafsiran Islam yang damai ala Indonesia terus-menerus mendapat ancaman dari luar oleh tradisi-tradisi Islam yang lebih keras dan intoleran. Sejarah Islam Nusantara menawarkan sebuah penilaian yang lebih berimbang terhadap sejarah intelektual dan kultural Indonesia. Michael Laffan menyusuri bagaimana citra populer mengenai Islam Indonesia dibentuk oleh berbagai perjumpaan antara para cendekiawan kolonial Belanda dan para pemikir Islam reformis. Tak berhenti sampai di situ, Laffan juga menyuguhkan peran-peran tradisi Arab, Cina, India, dan Eropa yang telah saling berinteraksi sejak awal masuknya Islam. Hasil perkawinan lintas budaya dan intelektualitas inilah yang kemudian melahirkan Islam Nusantara. "Sejarah Islam Nusantara merupakan kontribusi keilmuan yang mengesankan dan penting, mengandung informasi berlimpah dan sudut pandang kritis bagi para cendekiawan dan peneliti yang sebidang.” —Christina Sunardi, American Journal of Islamic Social Sciences “Terlepas dari gaya berapi-api yang kadang jenaka, buku ini padat dan dapat menjadi bahan diskusi.... Menarik." —Anthony H. Johns, Journal of Southeast Asian Studies "Michael F. Laffan menulis buku yang gembur, sangat informatif, dan sangat inspiratif. Semua orang yang ingin menekuni Islam di Indonesia dan Orientalisme Belanda harus membacanya." —Stephan Conermann, Sehepunkte "Buku ini merupakan sumbangsih besar bagi Islam di Indonesia.” —Barbara Watson Andaya, co-writer A History of Malaysia [Mizan, Bentang Pustaka, Bunyan, Islam, Sejarah, Budaya, Indonesia]

Michael Laffan menyusuri bagaimana citra populer mengenai Islam Indonesia dibentuk oleh berbagai perjumpaan antara para cendekiawan kolonial Belanda dan para pemikir Islam reformis.

Semangat & Totalitas Membangun Negeri

Dalam tiap kisah inspiratif yang dirangkum Kick Andy selalu ada antusiasme besar terhadap mereka yang berkarya, menunjukkan pengabdian, dan memberi manfaat positif pada masyarakat. Kali ini Kick Andy menyuguhkan kisah menarik tentang semangat dan totalitas mereka di level berbeda. Parade inspirasi kali ini dibuka dengan semangat pemimpin dengan keberanian dan integritas seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Artidjo Alkostar. Berbeda dengan gubernur-gubernur Jakarta sebelumnya yang mengimbau warga di luar Jakarta agak tidak mencari kerja di Jakarta, Ahok justru sebaliknya. Hakim Artidjo yang dikenal bertangan besi dalam memutus kasus korupsi dan dokter yang melakukan malpraktik. Mari menyapa Ronny Lukito, yang menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui brand peralatan kegiatan outdoor yang mengalahkan popularitas produk impor. Hingga renungkan lagi bagaimana guru SMK seperti Rahayuningsih (Yayuk)yang tidak setengah-setengah menjalankan profesi. Selain menyelesaikan program S3, Yayuk juga kerap menuai penghargaan karena metode Simulasi Kesadaran Berkonstitusi yang membuat pendidikan kewarganegaraan jadi jauh dari kesan membosankan! Kisah mereka menjadi kumpulan pengalaman berharga untuk memantik semangat. Kini waktunya bangkit, berhenti mengeluh, dan mencurahkan segala daya upaya untuk membangun masa depan yang lebih baik. Yakinlah, semangat dan totalitas itu bisa diciptakan!

“Setelah lulus SMA saya kerja sebagai kuli bangunan di Dompu,” kenang Firman
. Ketika kerja, dia menerima informasi adanya program sekolah D-2untuk
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP). Tanpa pikir panjang dia mendaftar dan menjadi mahasiswa
di institusi yang kemudian berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Al
-Amin karena persoalan izin operasional. Sejak 2004 Firman menjadi
mahasiswa di ...

Dari Sepatu Membangun Dunia

Kejenuhan membawa Blake Mycoskie berpetualang di Amerika Selatan pada tahun 2006. Dalam perjalanannya, ia patah hati menyaksikan anak-anak di Argentina yang kerap bertelanjang kaki ke mana-mana. Blake lalu tergerak merintis model bisnis unik, yang bisa kelak bisa menopang kebutuhan sepatu anak-anak di negara dunia ketiga secara berkelanjutan. Kisah tadi menjadi cikal bakal TOMS Shoes atau Tomorrow's Shoes. Bersamanya, Blake menciptakan pula prinsip memberi sepasang sepatu dari keuntungan tiap pasang sepatu yang ia jual. One for one, sesederhana itu tanpa formula macam-macam. Uniknya, saat bisnis retail sejenis berjibaku untuk sekadar bertahan dari krisis, TOMS malah bergerak menuju puncak, dan menjual lebih banyak sepatu daripada merk seperti Nike sekalipun! Inilah salah satu fenomena mengenai usaha kecil yang berkembang dengan pencapaian fantastis. Dan, semuanya berawal dari semangat untuk memulai sesuatu yang bermanfaat, bermakna, lebih dari sekadar bisnis. "Salah seorang pengusaha paling inspiratif yang pernah saya temui." -Bill Clinton "Sebuah teladan bisnis masa kini yang kreatif dan menyentuh hati." -The Wall Street Journal [Mizan, Bentang Pustaka, Sepatu, Toms, Shoe, Kisah, Inspiratif, Indonesia]

at sepatu alpargata dengan cara yang sama dari generasi ke generasi. Jadi,
saya bisa memahami ketika mereka melihat desain dari saya—dan saya—
dengan tatapan ragu. Kami lalu mencoba ketahanan bahan sol bagian luar yang
kami ...

Bisnis ala Nabi

Teladan Rasulullah Saw. dalam Berbisnis

Sejak belia, Nabi Muhammad Saw. telah menunjukkan bakat bisnisnya. Tak aneh jika kemudian pada saat menjadi pemimpin ummah,Rasulullah Saw. tercatat sebagai pengambil kebijakan ekonomi yang strategis melalui Piagam Madinah. Di sini, Rasulullah menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin dengan membuat Piagam Madinah yang berisikan aspek-aspek ekonomi secara egalitarian. Lewat buku ini, penulis menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar label, melainkan mengalir dalam setiap tetes air kehidupan untuk mewujudkan dunia yang damai sekaligus sejahtera. Buku ini memperlihatkan cara Rasulullah Saw. mewujudkan ekonomi syariah tersebut. [Mizan, Bentang, Pustaka, Religion, Agama, Bisnis, Ekonomi, Indonesia]

EMBAHAS, berdiskusi, atau mendengar ceramah tentang perikehidupan Nabi
Muhammad Saw. dari segi ketauhidan (teologi), kejujuran, kesederhanaan,
toleransi, apalagi ketaatan beribadah adalah sesuatu yang sering kita dengar.

Metode-Metode Riset Kualitatif dalam Public Relations dan Marketing Communications

Riset kualitatif memegang peranan penting sekaligus potensi besar dalam studi hubungan masyarakat serta komunikasi pemasaran. Sebab, riset kualitatif memungkinkan periset untuk terlibat secara erat dengan partisipan riset. Hal ini membantu periset untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses sosial, faktor-faktor yang memotivasi tindakan manusia, serta konteks situasi yang melingkupinya. Kepedulian terhadap hal-hal tersebut membantu studi hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Salah satunya untuk mengenali sudut pandang subjektif, terutama yang berlaku pada stakholders kunci, demi mengembangkan dialog yang efektif dan kolaboratif. Buku ini adalah panduan yang praktis serta mudah dipahami untuk melakukan riset kualitatif dalam bidang hubungan masyarakat dan komunikasi pemasaran. Diperuntukkan bagi periset pemula, buku ini memerinci tahap demi tahap proses riset, mulai dari memilih topik riset dan menulis proposal, sampai metode menyeleksi kumpulan data dan menganalisis, kemudian menuliskan laporan riset. Buku ini juga diperkaya dengan renungan-renungan etis yang senantiasa menjadi perdebatan sekaligus pijakan periset. Selain itu, perbedaan-perbedaan orientasi dalam riset juga dipetakan, karena masing-masing orientasi akan memiliki dampak yang berbeda pula terhadap bagaimana riset dijalankan dan dimengerti. Apa saja yang dikandung dalam buku ini? * panduan praktis dalam setiap tahap riset * latar belakang teoretis yang berkaitan dengan riset kualitatif serta komunikasi * petunjuk dalam mengguakan internet * contoh-contoh dan ilustrasi yang renyah dan membantu pemahaman * ilham dari pengalaman-pengalaman riset kualitatif * glosarium dan referensi yang kaya "Di antara puluhan penelitian, Christine Daymon dan Immy Holloway memetakan ranah Public relations dan Marketing Communications dengan sangat lengkap sekaligus praktis. Susash mencari buku lain dengan ide sebernas ini." --Rhenald Kasali, Ph.D., ketua program MM UI dan penulis buku-buku bestseller [Mizan, Bentang, Riset, Nonfiksi, Indonesia]

Oleh karena itu, pe- neliti mencoba menguji tiga aspek dalam riset mereka. Ini
me- liputi: • isi dan format bahasa yang digunakan • cara orang-orang
menggunakan bahasa untuk mengomuni- kasikan gagasan dan keyakinannya. •
faktor-faktor institusional dan organisasional yang melingkupi wacana yang
diteliti, serta bagaimana faktor-faktor ini dapat membentuk suatu wacana.
Analisis wacana, oleh karena itu, bergerak melampaui penelitian teks untuk
mengeksplorasi "siapa yang ...

On the Way to Jannah

Dunia dan akhirat bak sekeping uang logam, kedua sisinya saling berhubungan. Antara satu sisi dengan sisi lainnya tidak dapat terpisahkan. Kehidupan dunia merupakan masa penyemaian biji-biji amal ibadah, ladang berharga untuk menebar benih kebaikan dan memperbanyak amal saleh. Musim tanam ini hanya ada satu masa, dan takkan terulang kembali. Sementara kehidupan akhirat merupakan tempat menuai. Akhirat menjadi pelabuhan terakhir dan penentuan tujuan kita di dunia. Akhirat sebuah kulminasi pencapaian kehidupan dunia (yang fana) menuju kehidupan akhirat (yang abadi). Inilah, cita-cita hidup yang harus kita tentukan mulai dari sekarang! Buku ini mengajak kita untuk menyiapkan "amunisi" dan "perbekalan" dalam mengarungi perjalanan menuju surga dunia maupun akhirat.. [Mizan, Bentang Pustaka, Bunyan, Islam, Muda, Surga, Indonesia]

Al-Qarni, 'Aidh 'Abdullah. 2003. Laa Tahzan, Jangan Bersedih. Jakarta: Qisti
Press. Al-Qarni, 'Aidh 'Abdullah. 2011. Hidup yang Menakjubkan. Solo: Aqwam.
Al-Qarni, 'Aidh 'Abdullah. 2011. 40 Hadist Qudsi & Dzikir. Solo: Aqwam. As-
Sirjani ...

Bahasa Arab khas Gontor

On Arabic language used in Pondok Modern Gontor, an Islamic religious school in Ponorogo, Jawa Timur Province, Indonesia.

On Arabic language used in Pondok Modern Gontor, an Islamic religious school in Ponorogo, Jawa Timur Province, Indonesia.

Pengantar ilmu sejarah

JANGAN terkejut, kalau dalam Studium General (Kuliah Umum; Latin studium, Prancis kuno general) yang pertama di Jurusan Sejarah (bahasa Arab syajara berarti terjadi, syajarah berarti pohon, syajarah an-nasab berarti pohon silsilah; bahasa Inggris history, bahasa Latin dan Yunani historia, bahasa Yunani histor atau istor berarti orang pandai) yang juga dihadiri mahasiswa tahun pertama, gambaran Anda tentang sejarah tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kuliah semacam itu memang tidak dimaksudkan untuk memberi penjelasan tentang sejarah pada umumnya. Dosen yang memberi kuliah lebih menyesuaikan diri dengan harapan teman-temannya sendiri daripada dengan tuntutan mahasiswa baru yang masih perlu penerangan. Misalnya, dosen itu mempunyai keahlian American Studies dengan kekhususan Sejarah Hubungan Internasional, dan ia akan menjelaskan tentang sikap Amerika terhadap penyerbuan Jepang ke Cina sebelum Perang Dunia II. Amerika yang juara dalam menentang penjajahan, ternyata bersikap diam dalam soal ini. Alasan yang dikemukakan Amerika ialah Jepang tidak merupakan bahaya yang jelas dan langsung. Alasan lain ialah anggota militer Jepang yang sedikit akan terserap oleh rakyat Cina yang banyak itu. Yang ingin disampaikan dalam kuliah itu sebenarnya ialah watak diplomasi Amerika yang selalu mengutamakan kepentingan nasionalnya, meskipun dikemas dengan retorika menegakkan kemerdekaan. Kuliah itu justru meresahkan mahasiswa baru, karena sejarah yang diberikan tidak seperti yang diajarkan di sekolah. Pengalaman sehari-hari juga tidak banyak menolong. Amerika dikenal lewat bintang film, basketball dan football; Jepang dikenal lewat turisme, motor-motor Honda-Suzuki, Yamaha di jalan dan film-film cartoon; dan Cina dikenal lewat cerita silat, baterai, dan merek handuk. Rupanya pelajaran di sekolah dan pengalaman modern melalui teknologi tidak ada gunanya. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan! Baik pelajaran maupun pengalaman ternyata penting untuk Ilmu Sejarah. Pelajaran di sekolah setidaknya mengajarkan fakta sejarah dan pengalaman akan membuat orang lebih bijaksana, dua hal yang sangat penting bagi sejarawan. [Mizan, Bentang, Sejarah, Referensi, Indonesia]

Tuhan menugaskan bangsaJerman sebagai sarana pembebasan manusia. Marx
memakai dialektika Hegel,tetapi tanpa Tuhan dansebagai sarana pembebasan
manusiaadalah proletariat. Sementara itu,Nietzsche mengajukan filsafat ...