Sebanyak 5 item atau buku ditemukan

Pendidikan Kewarganegaraan Di Perguruan Tinggi

Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dikembangkan diseluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama. Mata kuliah tersebut sering disebut sebagai civic education, citizenship education dan bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki peranan yang strategis dalam mempersiapkan warganegara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan “Civic Internation” pada tahun 1995, disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic culture, Untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintah demokrasi Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai-nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Selain itu nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta terbukti keandalannya. Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Zamroni mengemukakan bahwa pengertian Pendidikan
Kewarganegaraan adalah: Pendidikan demokrasi yang bertujuan untuk
mempersiapkan warga masyarakat berpikir kritis dan bertindak demokratis,
melalui aktivitas menanamkan kesadaran kepada generasi baru, bahwa
demokrasi adalah bentuk kehidupan masyarakat yang paling menjamin hakhak
warga masyarakat. Demokrasi adalah suatu learning proses yang tidak dapat
begitu saja meniru dari masyarakat lain.

Bunga Rampai Birokrasi (Isu-Isu Stratejik Seputar Birokrasi)

Dengan demikian, kewenangan diskresi sebenarnya merupakan respon
terhadap situasi ketidakmenentuan seiring dengan dinamika perkembangan
tuntutan public yang semakin pesat dan beragam yang kurang diimbangi
dengan kecepatan perkembangan di bidang hukum dan perundangundangan.
Sehingga sangat dimungkinkan bagi ... dengan era sebelumnya, telah terjadi
pergeseran lukos dan focus penggunaan kekuasaan dari eksekutif ke legislative.
(Thoha; 2003). Hal ini ...

Manajemen Pendidikan

Manajemen merupakan suatu proses mengatur yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, pergerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan maksud, mencapai tujuan yang diinginkan melalui pemberdayaan sumber daya manusia yang ada dan sumber daya lainnya. Lahirnya konsep manajemen di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat yang beragam dan terjadi ketidakseimbangan pengembangan teknis dengan kemampuan sosial ini mampu menjawab semua kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga tercapailah tujuan yang diinginkan. Maka dari itu, tujuan manajemen itu sendiri adalah menyadarkan bagaimana berbagai pihak dengan perspektif yang berbeda mampu mengelola, membina, mengurus, menata, melaksanakan, mengkoordinasi, dan memimpin suatu institusi, organisasi atau lembaga pendidikan dengan tujuan yang diinginkan mampu terealisasi dalam kehidupan bermasyarakat. Buku ini disusun dengan mempertimbangkan keberadaan mata kuliah Manajemen Pendidikan di perguruan tinggi yang ada khususnya pada fakultas pendidikan dan keguruan dan pentingnya keberadaan dan peranan seorang pemimpin dalam lembaga pendidikan. Buku ini diharapkan mampu menambah informasi dan ilmu pengetahuan secara teoritis dan pendekatan-pendekatan yang terdapat dalam ilmu manajemen untuk selanjutnya diimplementasikan dalam aktivitas pendidikan dan kehidupan masyarakat.

Buku ini disusun dengan mempertimbangkan keberadaan mata kuliah Manajemen Pendidikan di perguruan tinggi yang ada khususnya pada fakultas pendidikan dan keguruan dan pentingnya keberadaan dan peranan seorang pemimpin dalam lembaga ...

Filsafat Manajemen

Manajemen Filsafat adalah petunjuk utama yang menggaris bawahi semua tindakan dari seorang manejer. Filsafat manajemen adalah bagian yang terpenting dari pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar yang luas untuk menetapkan pemecahan permasalah manajerial.Filsafat manajemen memberikan dasar bagi pekerjaan seorang manajer. Seorang manajer memerlukan kepercayaan dan nilai yang pokok untuk memberi petunjuk sesuai dan dapat dipercaya guna menyelesaikan pekerjaan. Filsafat manajemen juga memberikan desain sehingga seorang manajer dapat mulai berpikir. Filsafat manajemen amat berguna karena dapat digunakan untuk memperoleh bantuan dan pengikut. Filsafat manajemen memberikan pemikiran dan tindakan yang menguntungkan dalam majamen dan membantu kepada sifatnya yang dinamis dan memberi tantangan. Dalam filsafat manajemen, terkandung dasar pandangan hidup yang mencerminkan keberadaan, identitas, dan implikasinya guna mewujudkan efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan manajemen. Untuk merealisasikan tujuan diperlukan beberapa faktor penunjang sehingga merupakan kombinasi yang terpadu, baik menyangkut individu maupun kepentingan umum.Hal ini dimaksudkan adanya keseimbangan diantara faktor-faktor yang diperlukan dalam mencapai suatu kekuatan untuk mengejar hasil yang maksimum.

Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997 Jujun S. Suryasumantri, Filsafat: Sebuah
Pengantar Populer, (Jakarta: Pustaka Sinar ... Filsafat Ilmu. Bandung: Judistira
Garna Foundation dan Primaco Akademika. Kadarman, A.M. et.al. Pengantar
Ilmu ...

Interaksi Pengambilan Keputusan dan Evaluasi Kebijakan

Buku ini akan mengarahkan pembaca untuk memahami teori interaksi, pengambilan keputusan, dan evaluasi kebijakan secara terperinci demi mengantarkan sebuah organisasi pemerintahan maupun organisasi swasta dalam menjalankan kebijakan serta program kerja secara maksimal, sebagaimana tujuan organisasi tersebut. Karena hampir setiap organisasi menjalankan kebijakan dan program kerja untuk saat ini sangat sulit melaksankan proses organisasi secara efektif, yang senantiasa melahirkan beberapa permasalahan fatal disetiap aktor organisasi. Sehingga kebijakan dan program kerja yang dirumuskan tidak bersifat pembangunan budaya organisasi, lingkungan organisasi, serta pelaku organisasi.

Menurut Bestor (Freire, 2009:200) pendidikan memberikan manfaat yaitu.
Menyediakan pelatihan cara-cara berpikir kreatif pada individu, mempunyai
kemampuan untuk menangani dan menerapkan masalah-masalah yang rumit
dalam ...