Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Metode Penelitian Kuantitatif

Penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebelum melakukan hal ini seseorang membutuhkan pengetahuan yang memadai dan metode yang benar agar bisa melaksanakan penelitian dan mendapatkan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan secara objektif. Dalam kaitan dengan itu seo rang peneliti perlu melengkapi diri dengan kedua hal tersebut. Buku ini sesungguhnya dirancang untuk itu. Penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh kepedulian penulis terhadap mahasiswa yang sering mengalami kesulitan dalam melakukan penelitian saat menyusun skripsi atau tesis di akhir masa studinya. Kesulitan itu justru muncul karena kurangnya pengetahuan tentang metode penelitian itu sendiri. Buku ini berisikan pengetahuan tentang bagaimana serta langkah langkah apa yang diperlukan dalam melakukan penelitian kuantitatif sekaligus mendasarkan diri dari pengalaman sang penulis yang bertahuntahun mengampu Matakuliah Metodologi Penelitian di Program Strata Dua (S2) Magister Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana, Jatiwaringin, Jakarta serta pengalaman mengajar di Fakultas Ilmu Adminis trasi Bisnis dan Komunikasi (FIABIKOM) di Unika Atma Jaya Jakarta. Bahasa yang disajikan penulis dalam mengurai topik-topik di setiap bab sangat sederhana sehingga pembaca dengan mudah menangkap isinya. Sesuai dengan tujuan penyusunannya, kehadiran buku ini sangat membantu bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studinya. Tentu tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi bagi siapa saja yang terjun dan berminat dalam penelitian, termasuk dosen yang mengajar metode penelitian, kehadiran buku ini bisa menambah wawasan.

Penelitian menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Langkah Awal Memahami Hukum Perdagangan Internasional Dalam Era Globalisasi

Perdagangan lintas negara yang sudah dikenal sejak awal peradaban manusia ini rawan konflik. Benturan - benturan kepentingan sering terjadi. Hukum maupun kebiasaan masing - masing negara yang berbeda menjadi alasan dibutuhkannya aturan main yang bersifat universal, diakui, dan ditaati bersama untuk menjalin hubungan dagang yang harmonis. Dengan pemahaman yang sama terhadap aturan main dan standar yang sama, konflik dan sengketa dalam proses perdagangan yang sudah cukup rumit dapat dikurangi. Sejak Zaman Romawi sudah terlihat adanya kebutuhan pengaturan perdagangan lintas batas wilayah dan warganegara. Namun, perdagangan yang mendunia dan dikendalikan dalam suatu sistem dibawah suatu organisasi internasional sebenarnya diawali dengan pertemuan di Bretton Woods, Humpshire, Amerika Serikat yang menghasilkan IMF, Bank Dunia, dan International Trade Organization (ITO). Namun, karena ITO gagal dibentuk maka lahirlah General Agreement Tariffs and Trade (GATT 1948) yang dibentuk dibawah naungan PBB. Baru Pada Tahun 1994 dalam Uruguay Round dengan ditandatanganinya The Final Act DEmbodying the results of the Uruguay Round of Multilateral Trade Negotiations, para wakil negara anggota mengeluarkan Deklarasi Marrakesh yang isinya mendukung GATT yang baru dan sekaligus memberi lampu hijau bagi kehadiran World Trade Organization menggantikan GATT sebagai lembaga semi permanen yang dibentuk pada tahun 1948. WTO saat ini beranggotakan lebih dari 150 negara. Apakah perdagangan internasional sama dengan ekspor impor atau transaksi bisnis, internasional? Mengapa hukum perdaganan internasional perlu diketahui tidak hanya oleh para pihak yang terkait, tetapi juga lawyer, masyarakat umum terutama mahasiswa hukum? langkah Awal Memahami Hukum Perdagangan Internasional dalam era Globalisasi adalah alternatif jawabannya.

Mengapa hukum perdaganan internasional perlu diketahui tidak hanya oleh para pihak yang terkait, tetapi juga lawyer, masyarakat umum terutama mahasiswa hukum? langkah Awal Memahami Hukum Perdagangan Internasional dalam era Globalisasi ...

Hukum dalam Kajian Antropologi

Hukum lahir dari dan untuk masyarakat. Dengan demikian kehadiran hukum adalah demi ketertiban masyarakat. Namun banyak orang mengartikan hukum secara sempit, karena hanya meletakkan esensi hukum pada aspek kodifikasinya. Agar memahami hukum dengan baik, maka dimensi antropologisnya perlu diketahui. Penulis buku Hukum dalam Kajian Antropologi ini mencoba mengingatkan pembaca akan pentingnya hal itu. Buku ini membicarakan secara luas dan mendalam tentang bagaimana peran hukum dalam masyarakat, proses munculnya, serta nilai-nilai mendasar yang dijaminnya. Para mahasiswa dan dosen FH serta para penegak hukum sangat tepat membaca buku ini.

Agar memahami hukum dengan baik, maka dimensi antropologisnya perlu diketahui. Penulis buku Hukum dalam Kajian Antropologi ini mencoba mengingatkan pembaca akan pentingnya hal itu.