Sebanyak 46 item atau buku ditemukan

Para Pembentuk Peradaban Islam

  • ISBN 13 : 9786026577429
  • Judul : Para Pembentuk Peradaban Islam
  • Pengarang : Chase F. Robinson,  
  • Penerbit : Pustaka Alvabet
  • Klasifikasi : 2x9
  • Call Number : 2x9 CHA p
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 388hlm.;23cm
  • Tahun : 2019
  • Ketersediaan :
    2020-38601-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38601-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38601-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38601-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38601-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Rekonstruksi Sejarah Al-qur'an

  • ISBN 13 : 9786026577474
  • Judul : Rekonstruksi Sejarah Al-qur'an
  • Pengarang : Taufik Adnan Amal,  
  • Penerbit : Pustaka Alvabet
  • Klasifikasi : 2x1 . 9
  • Call Number : 2x1 . 9 TAU r
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 484 Hlm, ; 23 cm
  • Tahun : 2019
  • Halaman : 484
  • Ketersediaan :
    2020-38498-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38498-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38498-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38498-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2020-38498-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Panduan Mengatasi Stres bagi Remaja

Masa remaja merupakan masa transisi yang sangat rentan dengan stres. Berbagai tekanan mental dan fisik dapat bertubi-tubi menyerang, dari tekanan akibat ujian sekolah, perubahan tubuh, pergaulan sosial, media sosial dan cyber-bullying, hingga depresi dan kegelisahan. Namun, kaum remaja tak usah khawatir. Sebab, Nicola Morgan, seorang ahli stres pada remaja, menawarkan strategi brilian untuk mencegah dan menangani berbagai tekanan eksternal yang mereka hadapi, juga masalah remaja lainnya. Panduan Mengatasi Stres bagi Remaja adalah panduan komprehensif yang menyuguhkan solusi jitu untuk memberdayakan kaum remaja dan membekali mereka untuk mampu mengendalikan kesehatan mental mereka. Ditulis oleh seorang pembicara internasional yang ahli dalam menangani problem remaja, buku yang penuh simpati ini sangat membantu kaum remaja—dan orang dewasa yang peduli dengan mereka—untuk menenteramkan hati mereka dan meyakinkan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi semua tekanan itu; dan bahwa mereka juga dapat mengusir stres dengan mudah.

Data Katalog dalam Terbitan (KDT) Morgan, Nicola Panduan Mengatasi Stres
Bagi Remaja/Nicola Morgan; Penerjemah: Dewi Wulansari; Editor: Siti Aisyah
Cet. 1 — Jakarta: Penerbit Gemilang, Desember 2014 324 hlm. 13 x 20 cm ISBN
 ...

Mencari Nouf

Cerita Menegangkan tentang Perempuan, Pembunuhan, dan Misteri Dunia Arab

Novel perdana dari trilogy ini sungguh fenomenal. Buku laris versi San Francisco Chronicle ini memenangi Los Angeles Times Award kategori Debut Fiksi. Karya ini pun terpilih sebagai Best New Voices of the Year oleh Waterstone’s Booksellers. Majalah The Independent bahkan menetapkannya sebagai satu dari 10 Novel Terbaik Musim Semi. Dan, Barnes & Noble memasukkannya pula ke dalam daftar Penemuan Penulis Baru Terbaik. Kisahnya bertutur ihwal Nouf, putri dari keluarga lokal terpandang, yang raib misterius. Di gurun pasir yang panas di Arab Saudi, sebuah regu pencari dikirim untuk menemukannya. Seorang pemandu wisata gurun, Nayir Syarqi, disewa guna memimpin pencarian. Untuk mengungkap misteri Nouf, Nayir bekerja sama dengan Katya Hijazi, seorang wanita merdeka tunangan saudara Nouf. Dengan segera, dimulailah cerita menegangkan yang menawarkan pengetahuan langka perihal suatu negeri di mana kaum wanita wajib berpenutup muka di ruang publik; dimana kepercayaan kuno, tabu, dan adat-istiadat seringkali berbenturan dengan dunia modern. Inilah novel detektif yang menyingkap selubung rahasia ihwal negeri kaum pendoa yang puritan dan patriarkis. Ber-setting dunia Arab modern, dengan plot yang cepat, mondar-mandir, dan sangat memikat, Mencari Noufadalah cerita menegangkan yang memukau.

Jendela toko bermandikan cahaya, tetapi saat Toyota melewatinya dengan
lambat, lampu-lampu mulai dipadamkan menjelang tibanya salat Subuh. Satu-
satunya gerakan lain berasal dari sejumlah sosok hitam yang melayang
dijalanan.

Kota Kaum Cadar

Di sebuah pantai di Jeddah, Arab Saudi, seorang wanita ditemukan tak bernyawa dengan tubuh penuh luka. Di saat yang sama, Detektif Osama tengah menyelidiki pembunuhan misterius lainnya. Katya Hijazi, petugas laboratorium, segera tahu bahwa wanita naas itu adalah Laila Nawar, pembuat film yang banyak mengangkat tema kemunafikan agama dan seksualitas. Dibantu temannya, Nayir Syarqi, Katya bertekad mengungkap misteri kematian Laila. Sementara itu, Miriam Walker berjuang mengusir rasa khawatir kala suaminya, Eric, tiba-tiba menghilang. Sebagai ekspatriat Amerika di Jeddah, berurusan dengan polisi sungguh tak nyaman. Tetapi, ketika Nayir dan Katya menanyakan ihwal hubungan suaminya dengan Laila, ia sadar bahwa suaminya mungkin terlibat kejahatan. Berusaha menemukan dan membuktikan suaminya tak bersalah, Miriam membawa dirinya ke jalur berbahaya. Kota Kaum Cadar adalah novel detektif yang mengungkap kasus misterius di sebuah kota di mana selubung kepala kaum konservatif menjadikan para wanita tak tampak identitasnya. Dengan plot ciamik yang sarat misteri dan ketegangan, Zoë Ferraris menjelajahi kompleksitas dan kontradiksi kehidupan di Jeddah—kota yang terjebak di antara perannya sebagai gerbang suci menuju Mekkah dan sebagai kota kosmopolitan yang kian liberal.

Kaum laki-laki mencintai Arab Saudi sebesar kebencian istri-istri mereka kepada
tempat itu. “Kalau Anda benar-benar ingin mengikat hati suami Anda,” Mabus
meneruskan, “maka ingatkan dia bahwa orang Saudi yang religius percaya akan
'kewajiban menjauhkan diri' dari kaum kafir. Ini berarti mereka punya kewajiban
menjauh dari Anda. Mereka yakin bahwa berhubungan dengan kaum kafir—
yaitu kalian—sesungguhnya menjauhkan seseorang dari ranah agama. Mungkin
saja ...

Spiritualitas Tanpa Tuhan

Bisakah kita hidup tanpa agama? Dapatkah kita beretika tanpa Tuhan? Atau, adakah sesuatu yang disebut “spiritualitas ateis”? Dalam buku ini, filsuf terkemuka Prancis André Comte-Sponville menjawab pertanyaan itu dengan melakukan eksplorasi filosofis perihal ateisme. Menurut Comte-Sponville, kita bisa saja memisahkan konsep spiritualitas dari agama dan Tuhan, dan pandangan ini tentu tidak mereduksi hakikat kehidupan spiritual yang sebenarnya. Kendati demikian, kita tidak perlu menolak nilai-nilai dan tradisi-tradisi kuno—semisal Islam, Kristen, dan Yahudi—yang jadi bagian dari warisan kita saat ini. Tetapi, kita mesti memikir ulang relasi kita dengan nilai-nilai tersebut serta bertanya apakah nilai-nilai itu signifikan bagi kebutuhan manusia untuk berhubungan antara satu dengan lainnya dan alam semesta. Untuk mendukung pandangan tersebut, Comte-Sponville menyajikan argumen yang tepat dan masuk akal, dengan merujuk pada tradisi Barat dan Timur serta pengalaman personalnya sebagai sosok yang tumbuh di dalam gereja Katolik, yang menjadi contoh terang ihwal seseorang yang dapat meraih spiritualitas meski ia kehilangan keimanan pada Tuhan. Melalui tulisan yang singkat, jelas, dan acap kali penuh humor ini, sang filsuf menyuguhkan risalah yang meyakinkan mengenai bentuk baru kehidupan spiritual.

Dapatkah kita beretika tanpa Tuhan? Atau, adakah sesuatu yang disebut “spiritualitas ateis”? Dalam buku ini, filsuf terkemuka Prancis André Comte-Sponville menjawab pertanyaan itu dengan melakukan eksplorasi filosofis perihal ateisme.

Setelah Revolusi tak Ada Lagi

History and criticism of Indonesian literature.

Pluralisme ini tak hanya terbatas pada interpretasi manusia tentang agama yang
dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, tetapi bahkan juga tentang makna islam itu
sendiri. "Islam" tulis Nurcholish, "artinya pasrah sepenuhnya (kepada Allah),
sikap inti ajaran agama yang benar di sisi Allah. Karena itu semua agama yang
benar disebut islam. Dalam pandangan ini, suatu agama, termasuk agama yang
dibawa oleh Nabi Muhammad, tidak unik. Ia tak berdiri sendiri dan terpisah.
Bahkan ia ...

Nikah Beda Agama

Kenapa ke Luar Negeri?

SINOPSIS Nikah beda agama masih menjadi polemik di Indonesia. Masyarakat mengangap pernikahaniniterlarang menurut norma hukum (Islam). Namun, di ranah kultur hukum,masyarakat relatif longgar menyikapinya. Mayoritas masyarakat tidak menghendaki nikah beda agama. Namun demikian, mereka menganggap fenomena nikah beda agama sebagai sesuatu yang wajar. Undang-Undang Perkawinan di Indonesia hanya mensahkan pernikahan yang dilaksanakan menurut hukum agama dan kepercayaan masing-masing, serta melarang perkawinan antarpemeluk agama berbeda. Namun, hal ini tidak menghentikan keinginan warga untuk melangsungkan pernikahan dengan pasangan lain keyakinan. Menikah di luar negeri pun menjadi alternatif penyelesaian bagi mereka. Sejumlah negara dipilih untuk melaksanakan pencatatan perkawinan, seperti Australia, Singapura, Hongkong, dan negara-negara Barat yang menganut model perkawinan sipil. Buku Nikah Beda Agama, Kenapa ke Luar Negeri? memotret fenomena pernikahan beda agama dari beragam perspektif. Ditulis dari hasil riset disertasi doktoral, buku ini mengupas nilai-nilai filosofis pernikahan di berbagai negara, aspek perundang-undangan ihwal pernikahan beda agama, legalitas hukum pernikahan beda agama yang dilaksanakan di luar negeri, hingga respons masyarakat terhadap pernikahan beda agama dan para pelakunya. ENDORSEMENT “Buku ini sangat penting dan aktual. Perkawinan beda agama merupakan persoalan yang selalu aktual. Ajaran resmi al-Quran dan Alkitab memungkinkan adanya perkawinan beda agama. Namun Majelis Ulama Indonesia mengharamkannya. Juga dua organisasi Islam terbesar, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, mengharamkannya. Bahkan keputusan final dari Mahkamah Konstitusi menyatakan tidak sah perkawinan beda agama. Undang-undang perkawinan menyatakan perkawinan dilaksanakan menurut agamanya masing-masing. Perkawinan di luar negeri biasanya dilaksanakan bukan berdasarkan agama, tetapi wewenang sipil. Kini banyak orang Indonesia yang berbeda agamanya menikah di luar negeri. Buku Sri Wahyuni ini sangat aktual dan menarik untuk dikaji lebih mendalam.” —Dr. Martino Sardi, MA, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

... tidak berkehendak untuk mencatatkan perkawinannya yang beda agama,
yang kemudian berakhir dengan putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang
memenangkan gugatan Andi Vony, dan memerintahkan Kantor Catatan Sipil
agar melaksanakan pencatatan perkawinan mereka.95 Tulisan lain yang
memuat penelitian tentang perkawinan beda agama di Indonesia yaitu dari Mina
Elfira yang meneliti di daerah Minangkabau. Tulisan ini diberi judul Not Muslim,
Not Minangkabau: ...

Kota Kaum Cadar

  • ISBN 13 : 9786029193510
  • Judul : Kota Kaum Cadar
  • Pengarang : Zoe Ferraris,  
  • Penerbit : Pustaka Alvabet
  • Klasifikasi : 813
  • Call Number : 813 ZOE k
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : 596 hlm;20 cm
  • Tahun : 2014
  • Halaman : 0
  • Ketersediaan :
    2018-36424-0010
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0009
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0008
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0007
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0006
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0005
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0004
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0003
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0002
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi
    2018-36424-0001
    Tersedia di Pustaka Kubang Putih - IAIN Bukittinggi

Hikayat Arabia Abad Pertengahan

Cerita-cerita Menakjubkan yang Baru Ditemukan

----------------------------------------- Pada mayat yang terbungkus, tergantung tablet dari topaz hijau dengan tulisan: “Akulah Syaddad yang Agung. Aku menaklukkan seribu kota; seribu gajah putih dikumpulkan untukku; Aku hidup selama seribu tahun dan kerajaanku menjangkau timur dan barat. Tetapi ketika kematian datang kepadaku, tak satu pun dari semua yang aku kumpulkan berfaedah bagiku. Engkau yang menyaksikan aku dapat mengambil pelajaran: Waktu tak bisa dipercaya.” ----------------------------------------- Serupa legenda 1001 Malam (The Arabian Nights), Fantasi Arabia Abad Pertengahan adalah penemuan besar yang menakjubkan ihwal cerita agung kearifan kuno dunia Arab. Tercipta pada abad pertengahan Arab (Islam), berasal dari masa seribu tahun silam, cerita ini baru ditemukan kembali pada 1933, terkumpul dalam satu naskah compang-camping di sebuah perpustakaan di Istanbul, Turki. Inilah rangkaian cerita pendek berbahasa Arab paling awal yang sangat masyhur. Ceritanya sangat mempesona, berisi kisah-kisah menarik, surealis, terkadang aneh dan membingungkan, namun begitu indah dan memikat untuk terus dinikmati; berisi monster-monster, pangeran yang hilang, perhiasan tak ternilai, putri yang berubah menjadi kijang, patung-patung bersenjatakan pedang, dan kisah-kisah mengejutkan perihal keberuntungan. Meskipun dibumbui dengan ornamen cerita yang kadang-kadang aneh, namun kisah-kisah ini sangat khas dengan nuansa agama dan kearifan klasik yang kental. *** “Karya klasik nyata dari sastra populer, membaca cerita ini merupakan ‘kesenangan sejati’ dan bahkan membuat ‘kehilangan diri sendiri’.” —Sunday Times “Menuntun kita ke gerbang dunia yang berbeda dalam bahasa dan ide-ide. Deskripsinya luar biasa, dan memenuhi kebutuhan akan dongeng... Tak tertahankan untuk membacanya.” —The Independent “Ceritanya membuat kita terheran-heran... Sebuah keanehan yang sangat. Tetapi satu yang pasti, buku ini sangat menarik.” —Scotland on Sunday “Cerita yang amat menghibur... sangat direkomendasikan bagi penikmat legenda Seribu Satu Malam.” —Library Journal “Menakjubkan, kisah-kisah ini sangat lengkap: antara epik dan domestik, menarik dan dingin, realistis dan magis, dengan prosa seindah kotak perhiasan.” —NPR, Guide To 2015’s Great Reads

Pertama kali diterbitkan pada 1712, koleksi ini, yang menggunakan berbagai
sumber, telah diedit dan diterbitkan ulang oleh Paul Sebag (Paris, Phebus, 2003)
. “Merpati Emas” muncul setidaknya dalam dua manuskrip Arab. Kisah cinta “
Bayad dan Riyad” juga lestari dalam dua manuskrip, dalam hal ini yang berasal
dari Spanyol atau Maroko. 3 E.P. Thompson, The Making of the English Working
Class, edisi ketiga (Harmondsworth: Pelican, 1980), h. 12. 4 Al-Asma'i, dikutip
dalam ...