Sebanyak 53 item atau buku ditemukan

Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain

Santun dalam menuntun. Penuh hikmah dalam berdakwah. Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar. Itulah Nabi Muhammad saw. Segala ucapan dan perbuatannya selalu dipandu oleh wahyu. Begitu pula cara beliau menegur dan mengoreksi kesalahan seseorang. Maka bila kita bisa meneladaninya, niscaya kita menjadi pendidik yang sukses dan efektif. Entah anak, murid, pasangan, kerabat, teman, pasien, atau rekan kerja Anda, Anda bakal memiliki kekuatan untuk menjadikan mereka lebih baik. " Inilah buku yang bisa membantu Anda melakukan sesuatu yang sungguh sulit: mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Syekh al-Munajjid menyajikan metode dan teknik Nabi saw. dalam menegur dan meluruskan kesalahan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar. Itulah Nabi Muhammad saw.

Revolusi Belum Selesai

Tragedi Nasional September 1965 membawa dampak sangat dahsyat terhadap masyarakat, bangsa, dan negara ini. Bagi Soekarno, tragedi tersebut merupakan awal tragedi kehidupan selanjutnya, baik sebagai presiden maupun pribadi. Ia menjadi seorang presiden yang kesepian. Satu per satu pendukungnya ditangkap dan dijebloskan ke tahanan atas tuduhan terlibat peristiwa 30 September 1965.Buku ini merekam berbagai pergulatan Bung Karno sebagaimana yang disampaikan dalam berbagai pidatonya selama dua tahun, 1965–1967. " Kumpulan Pidato Presiden Soekarno, 30 September 1965–Pelengkap Nawaksara. Menjadi sumber paling autentik untuk memahami Soekarno, khususnya pasca-Tragedi September 1965. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Oleh karena saya berkata, saya cinta Islam dan saya ingin menjadi orang Islam
yang baik. Saya cinta Islam karena menurut anggapan saya, Islam itu bukan
agama yang beku. Wah, dia marah! Islam bukan agama yang beku, apa Bung
Karno maksudnya Islam itu bisa di-belak-belok-kan? Saya bilang, Islam adalah
satu agama yang progresif. Islam adalah satu agama yang bisa mengikuti zaman
. Sesuatu agama yang tidak bisa mengikuti zaman itulah yang saya maksudkan
dengan ...

Hidup Penuh Makna

Buku ini mengajak kita memahami inti ajaran-ajaran keislaman sehingga kita tak terjebak pada persoalan “kulit” dan melupakan “isi”.Siapakah Allah kita? Bagaimana kita memahami “tidak ada kekuatan kecuali pada Allah”? Apa arti “Mahahidup” dan “Maha Berdiri Sendiri” bagi Allah? Apa saja dimensi paling substantif dalam puasa Ramadan? Apa makna diturunkannya Al-Quran? Apa makna penting ibadah kurban? Selain aspek ketuhanan, kita juga diajak memahami aspek kemanusiaan. Kenapa silaturahim begitu penting? Kenapa pemutlakan pendapat sendiri mesti dijauhi dalam kehidupan bersama?Dengan memahami substansi setiap apa yang kita jalani dalam kehidupan, baik yang terkait dengan Tuhan ataupun segenap ciptaan; dimensi spiritual dan dimensi sosial; maka kita akan mampu memaknai hidup dan hidup penuh makna. Buku ini Ditulis dengan bekal ilmu yang matang, buku ini menggugah hati kita melalui penuturan yang mengalir. Mendalam namun mudah dipahami bahkan oleh seorang awam.Diterbitkan oleh Penerbit Serambi Ilmu Semesta (Serambi Group)

Dan, untuk berjumpa dengan Allah, jangan ditunggutunggu. Jangan ditunggu
nanti setelah mati. Kalau masih hidup saja kita tidak dapat bertemunya, jangan
harap kalau mati kita bisa beranjang sana ke hadiratNya. Kalau masih hidup kita
tidak dapat makan sesuap nasi, maka jangan harap kalau mati kita dapat makan
sebutir rimah. Selamat menjelajah akhirat sewaktu napas masih mengalir di
dalam tubuh kita. Dengan menjelajah akhirat kita tak akan terjebak kenikmatan
duniawi.

Syekh Siti Jenar: Rahasia dan Makna Kematian

Membaca karya-karya Achmad Chodjim, Anda diajak untuk tumbuh. Tulisannya membangkitkan kepribadian. Pelik-pelik ajaran agama mengenai kehidupan dituturkan dengan bahasa yang sederhana, santun, dan mengalir. Ajaran Islam yang diajarkannya sangat kontroversial. Jika para wali lain di zamannya menanamkan Islam secara akulturasi, ia membangun Islam di Jawa secara asimilasi, yang kelak dikenal dengan Islam Jawa atau Islam Kejawen. Pandangan sufistik Islam diramunya dengan mistik Jawa. Lahirlah Islam yang tidak berwajah keras, tetapi memancarkan kesejukan—sebagai rahmatan lil ‘âlamîn.Itulah Syekh Siti Jenar. Kehadirannya telah menenteramkan sekaligus menggelisahkan! Buku ini mengupas makna kematian yang diajarkan oleh tokoh yang lebih sering disalahpahami itu. Mengapa kematian? Menurut penulis buku ini, kematianlah yang melatarbelakangi sikap dan tindakan Siti Jenar dalam menempuh hidup. Dengan penguasaan filsafat Jawa yang mumpuni, dipadu dengan wawasan yang luas terhadap literatur-literatur modern, Achmad Chodjim membawa kita menyelami khazanah kearifan tradisional tentang rahasia alam, hidup, akal budi, hakikat dan eksistensi manusia—yang diperkaya dengan pelbagai argumentasi keagamaan, sekaligus menggugah kita untuk berpikir kritis, agar perbedaan pandangan bisa dirasakan sebagai rahmat. Dalam uraiannya, Chodjim lebih jauh menunjukkan betapa Siti Jenar merupakan pemikir yang lebih maju dari zamannya. Jauh sebelum merebak pemikiran-pemikiran modern Eropa abad ke-18 hingga ke-21 mengenai demokrasi, keterbukaan, persamaan, kebebasan, dan persaudaraan, Syekh Siti Jenar telah mengajarkan semua itu pada abad ke-16.Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Bila manusia sudah hidup, maka ia tak akan tersentuh kematian lagi. Dan, itu
adanya bila manusia telah mengembalikan badan atau raga pinjamannya ini
kepada Dia Yang Mahaada. Napas sirna, lenyap, dan menuju ketiadaan. Raga,
badan ini, kembali menjadi tanah. Tetapi, bukan setiap 'orang yang mati' dapat
bangun sebagai pribadi yang hidup. Hanya orang yang dapat menabung
kekuatannya di kala hidup di alam ini, yang mampu hidup setelah mati. Jelas, Siti
Jenar ...

77 Pesan Abadi Nabi untuk Wanita

Menjadi perempuan di zaman kita membutuhkan stamina fisik, mental, dan spiritual. Dalam diri seorang wanita terkumpul multi-identitas; sebagai pribadi, istri, ibu bagi anak-anaknya, dan anggota masyarakat. Belum lagi kiprah di dunia kerja. Beruntung sekali, Nabi kita sangat memperhatikan kaum wanita. Semasa hidup, Rasulullah saw. memberi wasiat khusus kepada kaum wanita, mulai soal akidah hingga akhlak. Perhatian Nabi tiada lain untuk memberi arahan penting agar mereka lebih sukses menjalani hidup yang tak selalu mudah ini dan selamat di dunia dan akhirat. Dari sekian wasiat itu, Dr. Itani mengumpulkan wasiat-wasiat istimewa. Pesannya abadi, bisa diserap di berbagai zaman dan tempat. " Selain disarikan butir-butir mutiara hikmah di balik setiap wasiat, kesadaran kita juga disentuh untuk mewujudkannya dalam kehidupan nyata.Inilah kado terindah dari Rasulullah agar kita tak kehilangan arah, hidup bahagia dan diridai Allah. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

(HR Bukhari dan Muslim) • “Perjalanan tidak dianjurkan kecuali ketiga masjid: (1)
Masjidil Haram, (2) Masjid Nabawi, (3) dan Masjidil Aqsha.” (HR Bukhari dan
Muslim) • “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” (HR Bukhari) • “Tidak ...

Korupsi, sebuah novel

Murad, seorang insinyur, bekerja di Kementerian Pekerjaan Umum di Casablanca, Maroko. Tuntutan istrinya yang mata duitan, tekanan kehidupan yang terus mengimpit, serta arus buruk di lingkungan kerjanya yang korup, menggodanya agar menjadi koruptor. Sanggupkah ia bertahan? Kisah menyentuh ini diwarnai pula dengan kisah cinta Murad dengan sepupu jauhnya, Nadia, seorang janda cantik. " Novel yang diilhami karya pengarang besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer ini berkisah tentang seorang pegawai negeri jujur yang berupaya melawan arus agar tak terperangkap jaring korupsi. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

hukum Islam akan memberikan kepadamu tidak hanya hak untuk menikah lagi,
tetapi juga hak untuk memberi talak pada istri pertama. Tetapi kamu 'kan orang
beradab. Kamu tentu akan bertindak tepat, tak akan sewenang-wenang, terlebih
lagi berlaku kasar. Aku beri waktu sebulan penuh guna menyelesaikan masalah
ini. Ketahuilah bahwa aku akan sungguh bahagia bila mampu
membahagiakanmu.” Sepanjang hidup, aku akan hidup lurus walaupun miskin.
Dalam hal itu, aku ...

Perempuan Terpasung

Gejolak Cinta di Balik Cadar

On Partai Hanura or Partai Hati Nurani Rakyat, a political party in Indonesia lead by Wiranto.

Perbedaannya hanya dalam cara mengemasnya. Materi-materi jurnalisme
layaknya seperti pendauran ulang sampah. Ia adalah komponen-komponennya
sendiri yang kembali didaur ulang dan dibuat dalam bentuk baru, lalu komponen
-komponen itu menciptakan lagi bentuk baru yang lain. Sejak huruf pertama
dalam sejarah jurnalisme, tema-tema yang ada hanyalah pengulangan belaka.
Persoalan manusia semakin banyak, tapi sebenarnya intinya hanya satu: soal
perempuan ...

Kisah Hidup Ali Ibn Abi Thalib

Siapa yang tak mengakui kebesaran, kemuliaan, dan kedekatan hubungan Ali dengan Rasulullah? Dialah wajah yang dimuliakan Allah karena sepanjang hidupnya tak pernah menyembah berhala, karena sejak kecil telah menjadi fida (tebusan Nabi) dan menyerahkan jiwa raganya demi keagungan Islam. Dialah pintu gerbang menuju kota ilmu. Dialah suami seorang pemimpin wanita ahli surga, ayah dua cucu terkasih bola mata Nabi. Kemuliaannya bukan karena penaklukan wilayah-wilayah baru negeri Islam, melainkan karena ia telah menyelamatkan umat dari kebinasaan. Keberhasilannya bukan karena ia mengislamkan banyak kafir dan mendapatkan banyak ganimah, melainkan karena ia telah menjaga tunas Islam agar bisa terus tumbuh dan berkembang " Kisah hidup Khulafaur Rasyidin, Ali ibn Abi Thalib yang disuguhkan kepada pembaca dengan suguhan yang menarik. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Ibn Hazm berkata, “Itu pendapat kaum Khawarij yang kami temui.”60 11. Bagi
mereka, iman adalah amal dengan anggota badan, tanpa niat dalam hati,
maupun ucapan dengan lisan. 12. Menurut mereka, manusia yang tidak diutus
kepada mereka seorang utusan (rasul) maka mereka tidak punya kewajiban
agama. Kewajiban berkaitan dengan pengutusan seorang rasul. Mereka
mendasarkan pandangan mereka itu pada ayat Al-Quran: Dan Kami tidak
mengazab hingga Kami ...