Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

17 Rahasia Nabi Muhammad

Di tengah hujaman dan pergolakan zaman yang semakin pesat saat ini, masyarakat memerlukan pedoman yang dapat memberi solusi atas mimpi-mimpi kehidupan yang mereka inginkan. Ambisi menjadi orang kaya, terpandang, ingin dihormati, dan bahagia menjadi falsafah hidup yang selalu dikejar. Dalam mengarungi hidup, setiap manusia pasti ingin hidup enak, tidak banyak masalah, bergelimang harta, makmur, sukses dan bahagia. Masalah inilah yang menjadi tema pokok dalam buku ini. Pembahasan lebih spesifik menekankan pada aspek religius-spiritual tanpa mengabaikan prinsip-prinsip kemanusiaan pada umumnya, namun tetap berlandaskan pada tuntunan syariat agama. Secara garis besar, bahasannya lebih menitikberatkan pada konsep hidup yang telah diaplikasikan oleh Rasulullah saw. Mulai dari kejujuran, kelemahlembutan, kesediaan berbagi, bersih hati, prasangka positif, kesederhanaan, murah senyum, gemar ibadah, sikap memaafkan hingga pada pemberian penghormatan kepada orangtua. Semua itu diyakini sebagai jalan terang meraih kesuksesan, kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup dunia-akhirat. Uniknya, buku ini juga menyertakan sentuhan doa-doa, kisah-kisah, bahkan penelitian yang berkaitan untuk menambah keyakinan kepada pembaca, bahwa konsep hidup Rasulullah saw., adalah jalan emas yang tidak perlu lagi disangsikan kemanjurannya. Misalnya, tentang kisah sahabat Abdurrahman bin Auf saat meneladani sikap Nabi saw., yang gemar meringankan beban orang lain. Hari demi hari hidupnya kian makmur dan bahagia. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa dengan berbagi, hidup akan bergelimang keajaiban. Ada juga sahabat yang dijamin surga karena mencontoh sikap Nabi saw., yang selalu gembira melihat orang lain bahagia (tidak pernah iri). Faktanya, hati yang merdeka dari benci, dendam, dan iri, akan membuat hidup manusia semakin nikmat dan bermakna. Kejujuran Abu Hanifah yang meneladani Nabi saw. saat berdagang, mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Buktinya, orang jujur akan dihormati dan dihargai masyarakat karena kesesuaian ucapan dan perbuatan, dan masih banyak lagi. Buku ini bisa menjadi pegangan bagi siapa saja yang ingin hidupnya ‘luar biasa-penuh keajaiban’ dengan tetap berlandaskan pada tuntunan yang selaras dengan karakter kenabian Muhammad saw. Caranya, dengan meyakini dan mempraktikkan bahwa apa yang telah diteladankan Nabi saw., adalah pedoman hidup yang tidak perlu lagi disangsikan kebenarannya.

Di tengah hujaman dan pergolakan zaman yang semakin pesat saat ini, masyarakat memerlukan pedoman yang dapat memberi solusi atas mimpi-mimpi kehidupan yang mereka inginkan.

Muslimah Mendulang Pahala Tanpa Batas

Meraih pahala kebaikan bisa di mana saja dan kapan saja. Mengerjakan tugas-tugas rumah tangga seperti mencuci, membersihkan rumah, memasak, mendidik anak, bahkan bercumbu dengan suami pun dapat mendatangkan pahala berlipat. Sayangnya, banyak muslimah yang kurang memahami rutinitas harian mereka sehingga aktivitas yang seharusnya memiliki nilai kebaikan berlalu begitu saja. Padahal, jika kegiatan sehari-hari muslimah diiringi dengan niatan yang benar, pahala berlipat akan menanti. BerseManga, Manhua & Manhwat dalam menggapai pahala dan surga-Nya, itulah salah satu ciri muslimah yang beriman. Buku ini tepat menjadi panduan bagi muslimah agar semakin memahami bahwa memungut rida Allah dan meraih pahala-Nya dapat dilakukan lewat hal-hal sederhana dan mudah. Selain itu, buku ini juga membahas profil wanita idaman surga, serta nasihat-nasihat dari Rasulullah untuk para muslimah agar mereka dapat menghiasi hidup mereka dengan kemuliaan akhak, amal saleh, dan kebeningan jiwa. Selamat membaca.

Hal ini ia lakukan selama puluhan tahun tanpa sepengetahuan si Nasrani. Saat
ia sakit, tetangganya baru tahu kejadian itu. Akhirnya, tetangga itu memeluk
Islam berkat kemuliaan Hasan al‐Bashri dalam menghormati tetangganya.
Saling peduli antartetangga memberi banyak manfaat. Salah terjadi serta saat
kalau siapa terjadi penanggulangan yang satunya bukan dalam kebakaran,
pertama tetangga? masyarakat, dalam D igkali ita siapa menanggapi l bencana
PSaat u memberi ...