Sebanyak 2732 item atau buku ditemukan

ANALISIS FRAMING Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media

Independen dan objektif, merupakan dua kata kunci yang menjadi kiblat dan klaim setiap jurnalis di seluruh dunia. Seorang jurnalis selalu menyatakan dirinya telah bertindak objektif, seimbang, dan tidak berpihak pada kepentingan apapun kecuali keprihatinan atas hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran. Meskipun sikap independen dan objektif menjadi kiblat setiap jurnalis, pada kenyataannya kita seringkali mendapatkan suguhan berita yang beraneka warna dari sebuah peristiwa yang sama. Berangkat dari sebuah peristiwa yang sama, media tertentu mewartakannya dengan cara menonjolkan sisi atau aspek tertentu, sedangkan media lainnya meminimalisir, memelintir, bahkan menutup sisi/aspek tersebut, dan sebagainya. Ini semua menunjukkan bahwa di balik jubah kebesaran independensi dan objektivitas, seorang jurnalis menyimpan paradoks, tragedi, dan bahkan ironi. Dengan membandingkan beberapa pemberitaan di media, sangat mungkin kita akan menemukan kesimpulan yang setara, bahwa media apapun tidak bisa lepas dari bias-bias, baik yang berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, bahkan agama. Tidak ada satu pun media yang memiliki sikap vi Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media independensi dan objektivitas yang absolut. Tanpa adanya kesadaran seperti ini, mungkin saja kita menjadi bingung, merasa terombang-ambing, dan dipermainkan oleh penyajian media. Analisis framing merupakan salah satu alternatif model analisis yang dapat mengungkap rahasia di balik semua perbedaan (bahkan pertentangan) media dalam mengungkapkan fakta. Analisis framing dalam buku ini dipakai untuk mengetahui bagaimana realitas dibingkai oleh media. Dengan demikian, realitas sosial dipahami, dimaknai, dan dikonstruksi dengan bentukan dan makna tertentu. Elemen-elemen tersebut bukan hanya bagian dari teknis jurnalistik, melainkan menandakan bagaimana peristiwa dimaknai dan ditampilkan. Inilah sesungguhnya sebuah realitas politik, bagaimana media membangun, menyuguhkan, memper- tahankan, dan mereproduksi suatu peristiwa kepada pembacanya. Melalui analisis framing akan dapat diketahui siapa me- ngendalikan siapa, siapa lawan siapa, mana kawan mana lawan, mana patron dan mana klien, siapa diuntungkan dan siapa dirugikan, siapa menindas dan siapa tertindas, dan seterusnya. Kesimpulan-kesimpulan seperti ini sangat mungkin diperoleh karena analisis framing merupakan suatu seni kreativitas yang memiliki kebebasan dalam menafsirkan realitas dengan meng- gunakan teori dan metodologi tertentu. Dalam konteks ini, kita bisa melihat bagaimana penulis buku ini mampu membangun peta teoretis-metodologis dan melakukan analisis atas berbagai kasus yang pernah dimuat berbagai surat kabar dan majalah di Tanah Air. Buku ini dapat kami katakan memiliki “kesejajaran” dengan karya Eriyanto yang telah kami terbitkan sebelumnya, yang berjudul Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media (LKiS, April 2001). Kedua buku ini dapat menjadi teman dialog dan jembatan bagi pembaca untuk mendalami ilmu komunikasi, vii khususnya jurnalistik. Untuk bacaan yang lebih aplikatif tentang teks media, karya Agus Sudibyo berjudul Politik Media dan Pertarungan Wacana (LKiS, Agustus 2001) dapat pula memudah- kan pembaca dalam mendalami analisis ini. Kami menghaturkan terima kasih kepada Saudara Eriyanto yang mempercayakan penerbitan karya ini kepada kami. Demikian pula kepada Bapak Deddy Mulyana yang berkenan menularkan wawasannya dalam pengantar buku ini. Kami berharap buku ini dapat memberikan pencerahan kepada khalayak di tengah serbuan aneka macam media yang tak mungkin dapat dibendung lagi.

Tidak ada satu pun media yang memiliki sikap vi Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media independensi dan objektivitas yang absolut.

Lensa Gender Di Media Massa: Meta Analisis Politisi Perempuan

Buku yang saat ini di tangan pembaca ditulis oleh bapak Dr. Lutfi Basi t, di dalamnya memuat tentang analisis penulis tentang peran, representasi dan keterwakilan perempuan di parlemen, politik atau di ruang publik melalui kajian anlisis meta. Baginya, Islam justru tidak membatasi perempuan untuk aktif dan berkiprah di ruang publik dan ranah kepemimpinan, menurutnya perempuan dapat berkehendak dan memiliki kedudukan yang sama dengan laki -laki dengan berbagai potensinya masing -masing. Kemuliaan seseorang di hadapan Allah dinilai dari tingkat ketakawaannya. Lebih lanjut ia menyoroti masih minimnya peran perempuandan dikriminasinya media dalam peliputan perempuan di berba - gai ruang pemberitaan. Belum lagi budaya patriarki yang masih sangat sering dijumpai, yang menganggap perempuan hanya manusia lapis kedua.

Pada akhir 1980-an, ilmu media menerapkan kerangka yang lebih luas dari teori feminis umum di luar bidang komunikasi untuk mengkaji teks-teks media massa. Teori retorika feminis berfokus pada argumentasi politik yang mendukung ...

ANALISIS WACANA KRITIS VAN DIJK: SEBUAH MODEL DAN TINJAUAN KRITIS PADA MEDIA DARING

Buku ini lahir dari catatan perjalanan peneliti membaca teks – teks media daring dan secara khusus membaca dengan perspektif gender. Dimulai dari pembahasan mengenai Problema Jurnalisme MEDIA DARING, kajian GENDER terdahulu di MEDIA, Sejarah pergerakan perempuan hingga arah jalan kajian wacana pada studi GENDER di MEDIA.

Buku ini lahir dari catatan perjalanan peneliti membaca teks – teks media daring dan secara khusus membaca dengan perspektif gender.

Analisis Wacana Bahasa Arab Sebuah Pendekatan Linguistik Dan Penerjemahan

Secara historis, tradisi keilmuan bahasa Arab sebenarnya sudah mulai tumbuh dan berkembang sejak lama. Bisa dibilang, tradisi itu dimulai sejak para ahli bahasa Arab abad ke-7 Hijriah mulai merumuskan kaidah-kaidah bahasa Arab baku seiring upaya mengenalkan bahasa Arab kepada khalayak dunia, pada fase yang bersamaan dengan penyebaran Islam ke luar kawasan Arab. Dinamika perkembangan keilmuan bahasa Arab itu terus terjaga dan lestari berkat sejumlah besar karya penting yang ditulis oleh bahasawan Arab dan terus dipelajari dari generasi ke generasi. Dalam beberapa hal mendasar, kaidah bahasa Arab yang mereka rumuskan sudah baku dan permanen, sehingga bangun penelitian bahasa Arab di atas fondasi logika ilmiah deduktif sudah cukup kuat dan dikembangkan secara berkelanjutan. Namun demikian, di sisi lain, sebagian ilmuwan bahasa Arab tetap merespons perkembangan bahasa Arab melalui fakta-fakta spesifik yang ditemukan pada penggunaan bahasa Arab di kalangan tertentu ataupun periode masyarakat tertentu. Situasi itu melahirkan pula beberapa karya penting dalam kaidah bahasa Arab yang dibangun atas dasar fondasi logika induktif. Memang tidak ada yang tahu persis siapa pencetus atau kapan lahirnya istilah “linguistik Arab”. Namun, yang penting, fakta menunjukkan bahwa perkembangan linguistik Arab terus mengemuka, meski tidak sedahsyat dan secepat perkembangan linguistik bahasa dunia lainnya. Demikian pula tentang perkembangan referensi kunci dalam kajian linguistik Arab, baik dalam hal jumlah maupun variasinya, ketersediaan pustaka yang ada sejauh ini memang tak sebanyak referensi terkait bahasa yang umum. Meski dunia pustaka kini sudah memasuki era digital, vii ketersediaan referensi linguistik Arab pun masih belum memadai dibanding pustaka bahasa yang sudah lebih dulu berkembang berkat linguistik modern. Oleh karena itu, para pengkaji linguistik belum bisa menikmati ketersediaan pustaka linguistik Arab sehingga masih harus merujuk kepada pustaka linguistik bahasa non-Arab untuk mempelajari dan mengadopsi sistematika kajiannya guna diterapkan dalam kajian bahasa Arab yang dilakukannya. Analisis Wacana Bahasa Arab Sebuah Pendekatan Linguistik Dan Penerjemahan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Analisis Wacana Bahasa Arab Sebuah Pendekatan Linguistik Dan Penerjemahan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Analisis Wacana Kritis (Kajian Eufemisme dan Disfemisme dalam Wacana)

Analisis wacana kritis merupakan salah sub disiplin ilmu bahasa yang fokus pada kajian wacana. Sebuah berita memiliki pesan dan maksud tersendiri untuk menunjukkan seperti apa si penulis. Banyak gaya bahasa yang bisa dianalisis berdasarkan konteks analisis wacana kritis seperti eufemisme dan disfemismenya. Eufimisme menunjukkan adanya penghalusan penggunaan bentuk lingusitik yang menimbulkan efek merendah. Sedangkan, Disfemisme menunjukkan adanya pengkasaran penggunaan bentuk linguistic yang menimbulkan efek mengkasarkan. Bagaimana seorang wartawan akan menyelipkan bentuk gaya bahasa pada teksnya, serta menunjukkan jelas kognisi dan konteks social yang ada dalam teks. Buku ini akan menjadi sebuah pengantar bagaimana sebuah wacana memiliki kandungan yang berpotensi mengandung eufemisme dan disfemisme apabila dilihat dari teks, kognisi sosial, dan konteks sosialnya.

Analisis wacana kritis merupakan salah sub disiplin ilmu bahasa yang fokus pada kajian wacana.

Sintaksis Bahasa Arab

Analisis Frasa dalam Teks Alquran

Buku ini merupakan jenis buku teks atau bersifat referensi, yang berjudul: Sintaksis Bahasa Arab (Analisis Frasa dalam Teks Alquran). Buku ini diangkat dari hasil penelitian yang bertujuan untuk mengungkap hasil analisis bentuk Frasa dalam Alquran, khususnya Frasa Idhofah dalam kajian surah Ali Imran. Buku ini membahas tentang macam-macam bentuk frasa Idhofah yang menggambarkan bentuk keunikan tersendiri sebagai ciri khas frasa dalam Bahasa Arab, khususnya dalam bahasa Alquran. Keunikan bentuk frasa Bahasa Arab dapat terlihat dari ciri linguistik yang membangun unsur frasa tersebut. Uraian buku ini meliputi bentuk-bentuk Idhofah yang terungkap melalui proses penguraian dengan pengklasifikasian, berdasarkan ciri-ciri Idhofah., Ciri-ciri Idhofah dapat dilihat dari segi mudhofnya dan dari segi mudhof ilaihnya. Bentuk Frasa Idhofah, secara garis besar tergolong dalam dua macam, yaitu Idhofah Ma’nawiyah dan Idhofah Lafzhiyah. Di antara bentuk Idhofah Ma’nawiyah ialah Idhofah yang mudhof ilaihnya berkategori pemilik (aneksi posesif ) atau jika dilihat dari huruf jar yang di takdirkan, idhofah tersebut dinamakan Idhofah Lamiyyah. Idhofah Lafzhiyah ialah Idhofah yang mudhofnya terdiri dari : Isim Fa’il, Shifah musyabbahah biismil Fa’il dan mubalaghah dari Isim Fa’il. Selain itu, diuraikan pula jenis Idhofah yaitu Idhofah yang mudhofnya terdiri dari Isim Jamid Mahdhah, Isim Jamid Ma’na ( Masdar ), lafal-lafal yang selalu mudhof, baik yang merupakan zharaf maupun yang bukan zharaf, dan yang merupakan zharaf terbagi atas tiga macam, yaitu zharaf makan, zharaf zaman dan zharaf selain kedua zharaf tersebut. Zharaf zaman ada yang diidhofahkan pada lafal mufrad dan ada yang diidhofahkan pada jumlah ( kalimat ). Selain itu, frasa idhofah yang mudhofnya merupakan Isim Isyarah, Isim Makan, Isim Adad dan Isim Tafdhil. Kemudian frasa Idhofah yang bentuk mudhof ilaihnya berkategori : keseluruhan (partitif) ; pelaku, penyebab (subjektif); Sasaran perbuatan (objektif); tempat (lokatif); Asal (Ablatif); dan sifat (Astributif). Untuk Idhofah Lafzhiyah, mudhof ilaihnya hanya berkategori Sasaran perbuatan (Objektif).Sifat yang sandar pada Maushuf ditemukan pada Idhofah Ma’nawiyah dan Idhofah Lafzhiyah. Sebaliknya, Maushuf yang sandar pada sifat hanya ditemukan pada Idhofah Ma’nawiyah. Idhofah yang menakdirkan huruf jar, selain Idhofah Lamiyyah terdapat pula Idhofah Bayaniyyah, Idhofah Zharfiyyah,dan Idhofah Tasybihiyyah. Bentuk Idhofah yang menakdirkan huruf jar hanya terdapat pada Idhofah Ma’nawiyah. Selain bentuk-bentuk Idhofah tersebut di atas, ada pula bentuk Idhofah yang unsur kata pertamanya atau unsur Mudhofnya terbuang. Bagian akhir buku ini juga membahas tentang frasa Idhofah dalam struktur kalimat, yang mempunyai fungsi/kedudukan dan kategori dalam sebuah klausa atau kalimat berdasarkan kategori fungsi. Selanjutnya dilengkapi dengan analisis diagram pohon melalui beberapa contoh kalimat.

Buku ini merupakan jenis buku teks atau bersifat referensi, yang berjudul: Sintaksis Bahasa Arab (Analisis Frasa dalam Teks Alquran).

STRATEGI MENULIS ARTIKEL JURNAL BEREPUTASI

PENELITIAN PERLAKUAN KEPENDIDIKAN

EKONOMI MONETER ISLAM : SUATU PENGANTAR