Sebanyak 5 item atau buku ditemukan

Pendidikan Kewarganegaraan

Hadirnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi akademisi, guru, praktisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam membangun kesadaran warga negara dalam membangun bangsa dan negara.

Hadirnya buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi akademisi, guru, praktisi, tokoh masyarakat dan mahasiswa dalam membangun kesadaran warga negara dalam membangun bangsa dan negara.

Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan

Disajikan dalam 13 bab utama beserta subbab dengan pembahasan dan uraian yang komprehensif, yang disesuaikan dengan kerangka kajian yang simpel dan mudah dicerna. Topik bahasan utama metode penelitian pendidikan dan pengembangan ini, antara lain: Pengetahuan dan pendekatan ilmiah Hakikat penelitian pendidikan Mengidentifikasi dan merumuskan masalah Kajian pustaka dalam penelitian Cara merumuskan hipotesis penelitian Mengidentifikasi dan mendefinisikan variabel penelitian Validitas: internal dan eksternal Memilih dan menentukan rancangan penelitian Menentukan populasi dan sampel penelitian Mengembangkan instrumen penelitian Teknik analisis data penelitian Menyusun proposal dan laporan penelitian Buku persembahan penerbit prenadaMedia

Topik bahasan utama metode penelitian pendidikan dan pengembangan ini, antara lain: Pengetahuan dan pendekatan ilmiah Hakikat penelitian pendidikan Mengidentifikasi dan merumuskan masalah Kajian pustaka dalam penelitian Cara merumuskan ...

The Snowball Effect

"The Snowball Effect is a powerful book with incredible insight." -Laura Contreras-Rowe, award-winning author of Aim High: Extraordinary Stories of Hispanic & Latina Women "I highly recommend this book...the lessons provide specific and precise tools for people wanting to clear out the negative and learn to focus on the positive gifts in life." -Marney A. White, PhD, MS, Associate Professor of Psychiatry, Yale University School of Medicine "Enjoy it. Live it. Share it." -William P. Magee Jr., DDS, MD, Cofounder-CEO Operation Smile." "The Snowball Effect offers a unique perspective on what it takes to move forward through life in the most productive and positive way" -Chrisanna Northrup, New York Times bestseller, author of The Normal Bar Imagine Imagine feeling inspired, motivated, and hopeful about your situation and your future. Imagine being able to let go of resentment, harsh self-judgments, and explosive reactions. Imagine having better relationships with others. Imagine having the courage to face your fears and live your dreams without becoming overwhelmed. Imagine living every day with gratitude, being able to fully appreciate the moment. That's the snowball effect in action! This book is about improving and building self, one baby step at a time.

Imagine living every day with gratitude, being able to fully appreciate the moment. That's the snowball effect in action! This book is about improving and building self, one baby step at a time.

Publikasi Ilmiah Guru

KEGIATAN PROFESIONAL GURU SEBAGAI PENGEMBANGAN KEPROPESIAN BERKELANJUTAN

Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru adalah harapan semua guru yang memiliki hak untuk itu sebagai bentuk peningkatan karier and kualifisi ke-profesionalime-an. Untuk dapat menduduki pangkat dan jabatan fungsional tertentu, seorang guru harus telah melakukan kegiatan professional sebagai seorang guru. Setiap butir kegiatan professional yang dilakukan oleh guru dalam melakoni tugas dan fungsinya dalam kehidupan pembelajaran di satuan pendidikan diberikan angka kredit tertentu. Angka kredit inilah yang akan dijadikan landasan untuk pangkat dan jabatan seorang guru. Kenaikan pangkat dan jabatan fungsional guru diatur dalam berbagai peraturan atau perundang-undangan, salah satunya Permeneg PAN dan RB No 16, tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Dalam Peraturan tersebut, kenaikan pangkat seorang guru dari jabatan guru pertama sampai pada guru Pembina, harus memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah. Sedangkan pada peraturan sebelumnya, Keputusan Mennegpan Nomor 84, tahun 1993, karya tulis ilmiah guru dibutuhkan hanya dari guru Pembina, golongan ruang, IV/a. Guru mengalami kesulitan dalam memenuhi tuntutan persyaratan naik pangkat dan jabatan fungsional dari pangkat Pembina dan jabatan guru pembeina golongan ruang IV/a ke atas. Sehingga guru sebelum permenneg PAN dan RB Nomor 16 tahun 2009 tersebut, mentok pada pangkat, jabatannya dan golongan rungan Pembina, IV/a. Tetapi setelah diberlakukannya permenneg tersebut, seorang guru bila ingin naik pangkat harus telah memiliki nilai angka kredit dari pengembangan keprofesian berkelanjutan yang terdiri atas pengembangan diri, publikasi ilmiah atau karya inovatif, sejak seorang guru menjabat sebagai seorang guru pertama. Untuk guru pertama memang tidak diperlukan nilai angka kredit dari publikasi ilmiah tetapi harus memiliki nilai angka kredit dari pengembangan diri. Kegagalan guru dalam meniti karir atau naik pangkat dan jabatan fungsional guru ini mungkin disebabkan karena guru tidak mampu meraih angka kredit publikasi ilmiah atau karya tulis ilmiah. Ketidakmampuan guru dalam menyusun atau membuat karya publikasi ilmiah mungkin dikarenakan guru kurang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup atau memadai untuk melakukan kegiatan tersebut. Buku ini diharapkan dapat dijadikan sebagai alternatif referensi dari berbagai referensi yang ada. Walaupun buku ini disusun berdasarkan pada buku-buku yang berkaitan dengan pengelolaan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan sumber-sumber lain yang dianggap relevan, ketidaksempurnaan dalam berbagai manifestasinya, pengetikan, tata letak, isi maupun pengutifan dapat terjadi diluar kemampuan penulis. Kontribusi dari para sahabat untuk pembenahan dan perbaikan buku ini sangat diharapkan. [Publikasi, Ilmiah, Guru, KEGIATAN, PROFESIONAL, GURU, SEBAGAI, PENGEMBANGAN, KEPROPESIAN, BERKELANJUTAN, setiadi]

Dalam Peraturan tersebut, kenaikan pangkat seorang guru dari jabatan guru pertama sampai pada guru Pembina, harus memiliki angka kredit dari unsur pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri dan publikasi ilmiah.