Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Tafsir Al-Quran di Medsos

Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci pada Era Media Sosial (REPUBLISH)

Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap. Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax? Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam. [Mizan, Bentang Pustaka, Agama, Islam, Inpirasi, Religi, Motivasi , Indonesia]

H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern.

Tafsir Al-Quran di Medsos

Dunia berubah dengan sangat cepat. Dulu, kita harus berangkat ke majelis taklim untuk menyimak para ustaz atau kiai mengajar tafsir Al-Quran. Tetapi, kini para ulama yang mendatangi kita lewat gagdet. Kita bisa mengaji di mana saja, saat tengah terjebak macet, menunggu antrean panjang di bank, kafe, bahkan tempat tidur sesaat sebelum terlelap. Cara baru dalam berdakwah ini tentunya memudahkan bagi kita. Ada banyak sekali kajian-kajian Islam yang dengan gampang disebarluaskan lewat sekali klik. Tetapi, apakah semua yang kita baca lewat medos itu benar? Apakah kita bisa memilah mana kajian yang benar atau sekadar hoax? Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. atau yang akrab dipanggil Gus Nadir, secara aktif mengamati fenomena para penafsir ayat Al-Quran yang semata mengandalkan terjemahan dan mengambil rujukan melalui medsos daripada kitab tafsir klasik dan modern. Beberapa di antaranya bahkan salah kaprah karena tidak memahami sejarah di balik turunnya ayat-ayat tersebut. Maka, melalui buku ini, Gus Nadir akan mengajak kita untuk betul-betul memahami konteks agar semakin menghayati dan memahami kitab suci. Tak hanya itu, kita akan dipandu untuk memahami metode-metode tafsir dan mengenal para penafsir Al-Quran di sepanjang peradaban Islam. [Mizan, Bentang Pustaka, Bentang Bunyan, Indonesia, Agama, Islam, Kitab, Religi, Rohani]

Jika berdasarkan rakyu, pada bidang apa saja Nabi Muhammad Saw. boleh
berijtihad?2 Sejumlah ulama berpendapat bahwa Nabi Muhammad Saw.
melakukan ijtihad dalam bidang Al-hurub dan Al-ahkam Al-syari'ah. Ibn Hazm, Al
-Qadi 'Abd Al-Jabbar, dan Abu Hasan Al-Bashri berpendapat bahwa Nabi
Muhammad Saw. berijtihad dalam bidang Al-hurub dan fi tatbiq hukm Allah.
Kumpulan ulama terakhir ini menolak pendapat bahwa Nabi Muhammad Saw.
berijtihad dalam bidang ...

Dari Hukum Makanan tanpa Label Halal hingga Memilih Mazhab yang Cocok.

Islam Q & A

"Apakah boleh menjamak shalat karena terjebak macet saat pulang kantor? " Adakah pilihan lain dalam pelaksanaan kewajiban shalat Jumat? " Bolehkah perempuan Muslimah membuka aurat di depan perempuan non-Muslimah? " Bolehkah kita memakan hewan sembelihan yang pada saat disembelih tidak disebut nama Allah? " Apakah makanan yang tidak ada label halalnya dapat tergolong makanan halal? *** Sejak Gus Nadir-penulis buku ini-tinggal di Australia 18 tahun lalu, santri dan sarjana syariah ini sering mendapat pertanyaan keislaman. Selama belasan tahun itu, kiai muda dengan dua gelar Ph.D. ini sangat menikmati "dialog interaktif" dengan para kolega dan umatnya. Sebuah proses dialog yang mengasyikkan, karena tak jarang jawaban-jawaban yang diberikannya "disanggah" dan disusul dengan pertanyaan-pertanyaan lain. Jadilah, buku ini--yang merupakan rangkuman dialog tersebut--menjadi jawaban Islam yang relevan dan mewakili banyak tantangan serta peristiwa dalam kehidupan Muslim masa kini. [Mizan, Ibadah, Fiqih, Islam, Muda, Indonesia]

Jika ada kondisi tertentu yang menyebabkan kita terhalang untuk shalat Jumat
berjamaah di masjid sesuai waktu yang telah ditentukan, beberapa alternatif
telah saya berikan di atas. Mohon jangan disalahpahami seolaholah saya ...