Sebanyak 1995 item atau buku ditemukan

Arsitektur Masyarakat Agraris dan Perkembangannya

Arsitektur hadir dalam kehidupan manusia sebagai kebutuhan dasar akan hunian. Perkembangan kebudayaan dalam masyarakat biasanya diikuti pula perkembangan ciri arsitekturnya. Hal tersebut merupakan bukti bahwa arsitektur tidak bisa dilepaskan dari kebudayaan masyarakatnya. Melihat kebudayaan bukan hanya terpatri pada kebiasaan masa lalu, akan tetapi lebih pada karakter dasar yang membentuk masyarakat tersebut, salah satunya adalah masyarakat agraris. Kebiasaan yang terbentuk melalui pengelolaan dan penyesuaian terhadap potensi alam melahirkan budaya yang arif dalam berkehidupan. Berbagai bentuk penghargaan sebagai wujud rasa syukur diwujudkan melalui beragam tradisi yang berkembang di masyarakat agraris. Arsitektur sebagai bagian dari budaya tersebut tidak luput dari sentuhan tangan arif sehingga melahirkan hunian yang berkarakter. Beragam variasi hunian juga dimenggambarkan semakin berkembangnya kebudayaan dalam masyarakat agraris tersebut. Melalui tradisi tutur, hunian bahkan juga turut memperkaya khasanah budaya kita, terlihat dari bagaimana transfer knowledge yang dilakukan masyarakat agraris meskipun tanpa tradisi tulisan, namun dapat tersampaikan antargenerasi. Dalam buku ini dijelaskan bagaimana budaya masyarakat agraris terbentuk, kemudian melahirkan ruang-ruang huniannya hingga perkembangannya kini terutama setelah lahirnya industri menyentuh kebudayaan mereka.

Madura Dalam Empat Zaman: Pedagang, Perkembangan Ekonomi dan Islam. Suatu Studi Antropologi Ekonomi. Jakarta: PT. Gramedia.

Arsitektur Akhlak dan Budi Pekerti dalam Interaksi Lintas Budaya

Manusia sebagai makhluk individu, sosial, dan budaya memiliki akhlak dan budi pekerti yang menempatkan dirinya pada kedudukan yang luhur dan terpuji, dan sekaligus dapat membedakannya dengan makhluk-makhluk lain dalam kehidupan alam semesta. Akhlak dan budi pekerti memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter manusia Indonesia. Akhlak dan budi pekerti, berorientasi pada nilai-nilai spiritual,nilai-nilai kemanusiaan dan kelestarian lingkungan hidupnya. Nilai-nilai itu selalu berada dan tidak pernah terpisahkan dari kehidupan manusia, karena ia merupakan makhluk yang terdiri dari dua unsur yang menyatu, yaitu fisik dan rohani. Nilai rohani merupakan nilai individual dan universial yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, sedang nilai kemanusiaan merupakan nilai yang berada di tengah masyarakat sebagai realisasi dari sifat sosial yang ada pada diri manusia. Kehidupan manusia di tengah masyarakatnya akan lebih bermakna, apabila setiap individu memperhatikan tanggungjawab terhadap dirinya sendiri, terhadap masyarakat lingkungannya yang didasari oleh nilai-nilai akhlak dan budi pekerti. Perwujudan nilia-nilai itu harus dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

kepercayaan yang berbeda-beda, seperti Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, ... terhadap berbagai macam fenomena sosial, budaya, ekonomi, politik, ...