Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

Anak mencari Tuhan

buku puisi

... menjadi kucing, sungai-sungai menjadi lembah, dan ia menjadi Anjani yang
dulu, Anjani yang kecantikannya melebihi paras 27 bidadari yang sedang mandi
bersama di Telaga Sumala yang bening dan penuh ranting-ranting cahaya itu.

Efrosina

Buku Puisi

Saya rasa tidak salah jika Cecep dalam sebuah esainya mengatakan bahwa: “Puisi adalah pintu keluar dari bahasa yang mengalami menuju bahasa yang menafsirkan, dari sekadar mengalami realitas menjadi menafsirkan realitas”. Dengan bahasa yang menafsirkan itu pula kemuskilan menjadi mungkin…. Apakah lambang-lambang dalam puisinya merupakan teknik Cecep untuk keluar dari kemuskilan seremonial dan formalitas sehingga ia menciptakan dunia baru dalam puisinya dengan simbol-simbol yang ritmis? (Ach. Nurcholis Majid dalam Catatan Penutup buku puisi Efrosina cetakan ketiga, “Efrosina: Kenangan Penyair, Filosofia, dan Cinta yang Luar Biasa”). Efrosina adalah kumpulan puisi Cecep Syamsul Hari yang hingga kini masih dicari para peminat dan pembaca sastra Indonesia. Ini adalah edisi e-book Efrosina, dilengkapi dengan catatan penutup oleh esais Ach. Nurcholis Majid yang esainya tentang buku puisi Efrosina terpilih sebagai pemenang tingkat nasional LMKS (Lomba Mengulas Karya Sastra) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2010 dengan Dewan Juri yang diketuai Prof. Dr. Suminto A. Sayuti. Lukisan sampul: “Wahyu Makuthoromo”, bubuk kopi dan akrilik pada kertas, 40x50 cm, 2011, oleh K.H. M. Fuad Riyadi. Versi cetak Efrosina pertama kali diterbitkan pada 2002. CSH E-BOOKS menerbitkan versi e-book (buku elektronik/buku digital) dari karya-karya Cecep Hari. Email Layanan Konsumen: cecepsyamsulhari@gmail.com. Website: http://www.cecephari.com/kontak

Efrosina adalah kumpulan puisi Cecep Syamsul Hari yang hingga kini masih dicari para peminat dan pembaca sastra Indonesia. Ini adalah edisi e-book Efrosina, dilengkapi dengan catatan penutup oleh esais Ach.

Belum Dalam Lukamu!

Buku Puisi

Buku Kumpulan Puisi M. Anton Sulistyo. Memuat puisi-puisi yang ditulis penyairnya antara tahun 1984-2013."... izinkan saya kembali ke Noel Perrin, bahwa puisi menyediakan banyak level atau tataran pemahaman kepada pembacanya. Dan saya yakin, semakin masuk ke ”tataran dalam” sajak-sajak Anton, kita akan menemukan individuasi kita masing-masing dan akan bersyukur untuk setiap momen yang pernah kita alami dalam kehidupan yang fana ini." (Cecep Syamsul Hari, "Momen dalam Puisi M. Anton Sulistyo").

Buku Kumpulan Puisi M. Anton Sulistyo.